SOLOBALAPAN.COM - Beberapa hari ini, jagat politik Solo Raya digemparkan dengan video caleg PDI Perjuangan dari Dapil V Wonogiri berinisial EP disebut berkampanye denggan cara yang tidak etis.
Dalam video viral yang beredar di media sosial Instagram dan Twitter yang sekarang disebut X, caleg PDIP tersebut terlihat menjelek-jelekkan istri calon presiden (capres)
Dalam video tersebut, caleg itu menyampaikan bahwa istri dari capres yang diusung partainya adalah sosok istri yang sempurna, berbeda dengan istri dari capres yang lain.
Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri Joko Sutopo sudah mendapatkan laporan terkait video tersebut. Pihaknya prihatin atas hal tersebut.
"Politik sekarang itu politik edukasi," kata Joko seperti dikutip dari Radar Solo.
"Jangan politik yang menyuarakan unsur sara, diskriminasi dari kontestan pemilu baik peserta pemilu kepartaian atau personal," ujar dia Senin (27/12).
Joko Sutopo tak sepakat dengan hal tersebut. Apalagi itu sangat jauh berbeda dengan gaya politiknya.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sebesar-besarnya," katanya.
"Mungkin ini ada kealpaan atau mungkin dari faktor lain tapi kami pastikan akan segera memgundang yang bersangkutan dan kami klarifikasi," papar pria yang akrab disapa Jekek itu.
Saat melihat dan mendengar suara itu, Jekek memgaku langsung merasa prihatin.
Apa yang disampaikan EP dinilai tidak menunjukkan gaya politik yang elegan, dewasa dan mencerdaskan.
"Nanti kita minta klarifikasi langsung," kata dia.
Jekek menegaskan tak sepakat dengan gaya politik seperti itu. Dia menyayangkan hal tersebut.
Menurut dia, berpolitik harus santun, terukur dan visi misinya harus jelas. (al/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro