Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ada Hal Positif Ini di Balik Hasil Panen Durian Pogog Wonogiri yang Tak Memuaskan

Iwan Adi Luhung • Kamis, 21 Desember 2023 | 19:51 WIB
Petani Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem perlihatkan hasil panen durian pogog, kemarin (20/12).
Petani Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem perlihatkan hasil panen durian pogog, kemarin (20/12).

SOLOBALAPAN.COM – Hasil panen durian pogog di Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri disebut-sebut kurang memuaskan.

Pasalnya, ukuran durian panenan saat ini hanya setengah dari panenan tahun lalu.

Akan tetapi, petani sekaligus pengepul durian pogog Rimo mengaku, saat ini baru memasuki awal masa panen.

Diperkirakan panenan hingga April mendatang, sedangkan puncak panenan diprediksi pada Februari.

“Durian pogog termasuk varietas monthong. Hasil panen sekarang ukurannya kecil-kecil,” kata Rimo saat ditemui di kediamannya di Dusun Pogog, kemarin (20/12).

Hasil panen durian pogog tahun ini memang berbeda dibandingkan sebelumnya.

Di tahun-tahun sebelumnya, durian pogog memiliki ukuran jumbo. Rata-rata bobotnya bisa mencapai 6 kilogram (kg) per buah. Sayangnya ukuran panen kali ini lebih kecil.

“Sekarang rata-rata hanya 3 kg per buah. Bisa dibilang bobotnya di panen sekarang hanya separonya. Cari buah yang 5 kg susah sekali," imbuh Rimo.

"Dulu rekornya yang terdokumentasikan bisa 10 kg per buah. Bahkan yang tidak terdokumentasikan sampai 13 kg,” ujarnya.

Menurut Rimo, menyusutnya bobot di panen kali ini diduga karena faktor cuaca.

Cuaca saat ini terasa lebih panas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sejak dulu memang ada musim kemarau dan penghujan. Tapi kemarau tahun ini lebih panas dan panjang. Saya kira ini paling panas,” bebernya.

Meski ukuran atau bobotnya lebih kecil, soal rasa durian pogog bisa diadu.

Panenan kali ini diklaim lebih mantap dibandingkan sebelumnya, karena rasa manis khas durian lebih terasa.

“Saya jual durian pogog dengan hitungan kiloan. Per kg bisa Rp 50 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, penikmat durian pogog asal Kecamatan Wonogiri, Joko Santoso, datang ke Puhpelem bersama rekan-rekannya.

Dia mengakui kenikmatan cita rasa durian pogog hasil panenan tahun ini.

“Rasanya lebih mantap. Manisnya lebih terasa. Tidak sia-sia jauh-jauh ke sini," kata Joko.

"Saya makan di tempat, ada juga yang dibawa pulang untuk oleh-oleh,” ujarnya. (al/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#Durian Pogog #wonogiri