SOLOBALAPAN.COM - Petani di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Karanganyar diharapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, untuk menerapkan sistem penanaman padi dengan mina padi.
Hal tersebut diketahui setelah Sumanto, Selasa (19/12) pagi melakukan proses panen hasil pertanian dengan sistem mina padi di kawasan lahan pertanian Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.
Mina padi sendiri adalah program budidaya ikan di area persawahan yang juga ditanami oleh tanaman padi.
Menurut Sumanto, proses penanaman dengan sistem Mina Padi memiliki banyak keunggulan.
Selain petani bisa panen padi dan ikan, sistem ini dapat mencegah serangan hama tikus.
Selain itu, Mina Padi mendorong petani mengembangkan padi organik sehingga lahan lebih produktif dan menghasilkan pangan yang sehat.
"Kita tadi bisa lihat sendiri, kan? Untuk hasilnya juga tidak kalah dengan sistem pertanian yang lain," ucapnya.
"Malah selain ngirit pupuk yang hampir 60 persen penggunaannya, hasil panennya juga terlihat mengalami peningkatan hingga 11 persen dari hasil panen dengan sistem pertanian yang lain," terang Sumanto.
Diungkapkan Sumanto, bahwa sistem pertanian dengan mina padi dilakukan dengan menyisakan 20 persen luas persawahan untuk lahan caren atau parit yang dibuat di petakan sawah.
Lahan tersebut kemudian ditaburi bibit ikan. Dengan sistem tersebut, petani tak membutuhkan pupuk urea dan masalah hama tikus teratasi.
"Di Karanganyar ini nanti akan menjadi percontohan. Kami berharap ini nanti akan," lanjut Sumanto.
"Bisa dikembangkan di semua lahan pertanian khususnya di Kabupaten Karanganyar ini," ungkapnya.
Disisi lain, Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Iman Kadarusman, yang saat itu juga datang langsung untuk melihat hasil dari kelompok tani di Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.
Iman Kadarusman mengungkapkan bahwa di Karanganyar sendiri sebenarnya ada tiga lokasi lahan pertanian yang akan dijadikan sebagai percontohan untuk pertanian mina padi.
Namun lantaran kondisi kawasan yang kurang menentu, maka hanya dua saja lokasi untuk pengembangan sistem tersebut yakni di Kelurahan Jungke, dan Desa Jati, Kecamatan Jaten.
"Satu yang belum bisa untuk percontohan itu di Karangpandan mas, karena mungkin letak lokasinya juga berpengaruh," katanya.
"Mungkin kedepannya nanti bisa dikembangkan untuk kawasan wisata juga," terang Imam. (rud/rei)