SOLOBALAPAN.COM - Terjadi kebakaran pada tanggal 7 Desember 2023 di Desa Kujon, Kecamatan Ceper. Kejadian ini membakar gudang barang rongsok milik warga dan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini.
Kebakaran ini mulanya dilaporkan ke Pos Damkar Klaten sekitar pukul 04.57. Kemudian Damkar langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk menuju ke lokasi kebakaran.
Bukan hanya damkar yang terlibat dalam pemadaman api, melainkan juga dibantu oleh personel polsek, koramil, BPBD Klaten dan relawan. Diketahui gudang barang rongsok ini merupakan milik Sunarti, 59 tahun.
Proses pemadaman api telah selesai sekitar pukul 05.40, dan tentunya pemadaman sudah dilakukan secepatnya sebelum api menyebar lebih luas.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino mengatakan kebakaran diketahui pemilik gudang. Awalnya pemilik gudang mendengar suara letupan.
"Ketika dilakukan pengecekan terlihat api sudah membesar. Membakar gudang rongsok. Kemudian meminta bantuan ke warga dan menghubungi Damkar Klaten," ucap Sumino saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Kamis (7/12).
Lebih lanjut, Sumino menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kebakaran itu. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lainnya yakni pemilik gudang.
"Ada delapan personel yang kami terjunkan. Tidak ada kendala selama pemadaman. Untuk luas bangunan 6 meter x 22 meter persegi tapi area yang terbakar 6 meter x 6 meter persegi," tambah Sumino.
Sementara itu, Kapolsek Ceper AKP Aris Joko Narimo mengatakan sebelumnya pemilik gudang yang sedang memasak di dapur mendengar suara barang jatuh sebanyak tiga kali. Saat keluar rumah, pemilik mendapati gudang rongsok sudah mendapati bagian utara rumah sudah terbakar.
"Api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kerugian materi akibat kejadian itu yakni bangunan dan barang rongsok untuk dijual dengan nilai sekira Rp 2 juta," ucap Aris.
Aris juga mengungkapkan bahwa tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Hal ini karena pemilik rongsok yang sigap dan dibantu oleh warga untuk memadamkan api, sehingga ditak menyebar.(ren/nda)