SOLOBALAPAN.COM – Awan panas guguran (APG) Gunung Merapi kembali terjadi pada Senin (4/12) pukul 17.13. APG ini mengarah ke Kali Boyong dengan tinggi kolom erupsi mencapai 500 meter.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta membeberkan, tinggi kolom erupsi kurang lebih 500 meter di atas puncak dengan luncuran guguran awan condong ke barat daya. Arah angin saat ini berhembus ke utara.
BPPTKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai gangguan akibat abu vulkanik. Tidak hanya itu, masyarakat juga diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.
"Saat ini seputar Pos Pengamatan Babadan terjadi hujan abu tipis dan disertai gerimis. #merapisiaga," tulis BPPTKG dalam media sosial X.
Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele Niegen Achtach membenarkan adanya erupsi awan panas guguran Gunung Merapi.
Dia mengatakan kondisi di atas memang mendung. Namun, kondisi masyarakat masih aman dan tenang.
"Wilayah (Dusun) Tlogolele, Desa Stabelan masih aman terkendali," terangnya.
Sebelumnya data BPPTKG Jogjakarta, pada 1 Desember tercatat dua APG, 155 guguran, dan 203 fase banyak. Jarak luncur APG sejauh 1,2 kilotmeter arah selatan atau Kali Boyong.
Kemudian 21 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1,6 kikometer.
Lalu enam kali guguran lava pijar ke arah selatan sejauh 1,5 kilometer. Bahkan, suara guguran terdengar hingga pos Babadan, Kabupaten Magelang.
Sedangkan pada 2 Desember, terjadi 22 guguran lava pijar arah barat daya sejauh 1,6 kilometer dan 2 kali guguran lava pijar arah selatan sejauh 1,3 kilometer.
Terkait aktivitas kegempaan, terjadi 146 guguran, 227 fase banyak, tujuh vulkanik dangkal, dan lima tektonik jauh. Warga diharapkan tidak beraktivitas apapun di daerah potensi bahaya. (rgl/rei)