SOLOBALAPAN.COM – Ketua Paguyuban UMKM Solo Raya, Iman Buhairi Santosa, memberikan penjelasan tentang maksud penyelenggaraan pameran UMKM di Solo Paragon Mall.
Iman menjelaskan pameran tersebut memiliki tajuk "Pasar Antik dan Jajanan Jadoel" yang rutin digelar di mal yang terletak di Jl. Yosodipuro itu.
"Pameran ini merupakan inisiatif dari kami. Baru tiga minggu terakhir diadakan dan rutin kami gelar setiap Sabtu dan Minggu," kata Iman Buhairi Santosa kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Terkait partisipannya, ratusan pelaku usaha yang tergabung di dalam Paguyuban UMKM Solo Raya, bergantian mengikuti pameran tersebut.
Iman mengatakan, upaya ini menjadi ruang bagi para UMKM yang belum mendapat kesempatan pameran di tempat lain. Misal di sepanjang koridor Gatsu, yang rutin menggeliatkan pelaku industri ekonomi kreatif.
"Kami memberi ruang teman-teman yang mungkin belum bisa di Gatsu. Maka ini bisa jadi alternatif masyarakat dalam berakhir pekan," kata dia.
Selain menggelar pameran, lanjut Iman, para pelaku UMKM ini juga menghelat kegiatan workshop berbagai bidang. Mulai dari cookingclass, workshop kerajinan dan kuliner, hingga pendampingan legalitas bisnis atau usaha.
"Mungkin teman-teman atau keluarga yang mau belajar mewarnai, melukis, merajut, bisa mampir di Paragon Mall. Dengan nuansa teduh, duduk nongkrong disana, kami juga menyediakan hiburan," imbuhnya.
Iman menyebut, tema utama yang diusung dalam pameran adalah Solo Tempo Dulu. Namun, nantinya setiap bulan akan berganti sesuai nuansa perayaan yang ada.
Iman Buhairi Santosa pun memberikan contoh untuk tema yang akan diterapkan akhir tahun.
Dia berkata bahwa pameran UMKM tersebut akan menggunakan tema versi natal. Akan tetapi, Iman menekankan kalau aksen jadul tetap tidak akan ditinggalkan. (ul/nik/rei)