Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Boyolali Makin Sejahtera, Pemkab Klaim Angka Kemiskinan Disana Tinggal 71.175 Jiwa

Ragil Listiyo • Kamis, 30 November 2023 | 18:22 WIB
PEMAPARAN: Bupati Boyolali M. Said Hidayat mendorong jajarannya fokus entaskan kemiskinan.
PEMAPARAN: Bupati Boyolali M. Said Hidayat mendorong jajarannya fokus entaskan kemiskinan.

SOLOBALAPAN.COM  – Angka kemiskinan di Boyolali mengalami penurunan, pada periode oktober saja sudah mengalami penurunan sebanyak 6,68 persen sehingga tersisa 71.175 jiwa. Hal tersebut disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

Disisi lain Pemkab Boyolali juga tengah mengupayakan untuk melakukan peningkatan kesehatan masyarakat, saat ini upaya itu mendapat apresiasi pusat sebagai kabupaten/kota sehat. 

Menurut Bupati Boyolali, M. Sahid Hidayat mengatakan bahwa dari data badan pusat statistik (BPS) angka kemiskinan di Boyolali capai 9,81 persen.

”Tetapi apa yang kami laksanakan dengan gerak bersama (Program MCD,Red) Kabupaten Boyolali terkoreksi pada Oktober jumlah kemiskinannya mencapai 71.175 dengan persentase 6,68 persen,” terang bupati dalam HUT Korpri ke-52 di Alun-Alun Kidul, kemarin (29/11).

Bupati Juga menjelaskan, intervensi kemiskinan melalui perbaikan rumah tak layak huni (RTLH). Dari laporan sebelumnya ada 32 ribu RTLH di Kota Susu.

Melalui dana berbagai sumber, Pemkab memberikan bantuan dengan rehabilitasi RTLH.

Dari rehabilitasi ini menyisakan sekitar enam ribu RTLH. Pada 2024 ditargetkan bisa menyelesaikan perbaikan tiga ribu RTHL. Sehingga pada 2025 tinggal menuntaskan sisanya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali, Sumarno menambahkan, salah satu upaya pengentasan kemiskinan yakni lewat program permakanan lansia dan difabel.

Sejauh ini berjalan sejak Agustus sampai Desember. Sasarannya lansia serta disabilitas.

Di antaranya kategori rentan, tinggal sendiri maupun terlantar. Program tersebut sebagai upaya dalam intervensi penanganan kemiskinan di Boyolali.

”Program permakanan lansia ini berjalan lima bulan. Ada tiga ribuan lansia usia 70 tahun ke atas dan difabel se Kabupaten Boyolali. Masyarakat yang terlantar itu, diberi makan oleh pemerintah, sampai diantar ke rumah,” terangnya.

Program pemberian makan lansia dan disabilitas itu diberi makan dua kali dalam sehari.

Dinsos juga memiliki relawan kelompok masyarakat (Pokmas) di 22 kecamatan dan perdesa yang akan mengantarkan makanan.

”Kami anggarkan per orang Rp 30 ribu per hari. Program ini berjalan lima bulan. Anggaran untuk pemberian makan saja mencapai Rp 13,5 miliar,” tandasnya. (rgl/adi)

KOMITMEN: Selain Kota Blitar, ada 27 daerah lain di Indonesia yang mendapat penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara.
KOMITMEN: Selain Kota Blitar, ada 27 daerah lain di Indonesia yang mendapat penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara.
Editor : Nindia Aprilia
#boyolali #Angka Kemisikinan #Pemkab Boyolali #rtlh #lansia