Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Jelang Nataru 2023, Waspadai 12 Titik Rawan Kecelakaan Di Boyolali

Ragil Listiyo • Kamis, 30 November 2023 | 17:50 WIB
RAWAN LAKALANTAS: Kondisi tanjakan Keboan, Kecamatan Ampel di jalan Solo-Semarang.
RAWAN LAKALANTAS: Kondisi tanjakan Keboan, Kecamatan Ampel di jalan Solo-Semarang.

SOLOBALAPAN.COM – Jelang arus mudik natal dan tahun baru (Nataru) 2023, Dinas Perhubungan (Dishub) boyolali memastikan kesiapan beberapa jalan disana. Terdapat 12 titik rawan kecelakaan.

Selain itu juga disebutkan beberapa titik rawan kemacetan yang saat ini tengah ditangani dengan memasang traffict light.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Arief Wardianta, dia telah menggelar rapat forum lalu lintas di Kota Susu.

Hal ini membahas titik-titik rawan yang perlu diantisipasi karena berpotensi kemacetan bahkan rawan kecelakaan.

”Kami itu ada 12 titik blankspot yang sering kecelakaan. Sudah kami rapatkan. Nah itu termasuk daerah-daerah rawan kecelakaan,” terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (29/11).

Titik blankspot tersebar di jalan arteri di Ampel, Cepogo, Boyolali Kota dan lainnya yang berada di jalan nasional, provinsi dan kabupaten.

Selain itu ternyata beberapa titik berada di jalan tol, namun khusus di jalan tol, kewenanganannya berada di pengelola jalan tol.

Sedangkan titik rawan kemacetan seperti di Kecamatan Sruwen, Kabupaten Semarang-Kecamatan Andong. Lantaran menjadi jalur alternatif antarkabupaten. Selain itu, juga jalur-jalur cepat di jalan arteri.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Titik rawan kemacetan di antaranya simpang Tegalwire, Kecamatan Mojosongo; dan simpang Sudirman, Jalan Lingkar Selatan.

”Kemarin kami sudah matur (sampaikan, Red) ke BPTD mungkin ada beberapa titik blankspot itu. Kalau bisa sebelum Nataru sudah ada beberapa titik yang sudah bisa diantisipasi. Kalau yang lainnya nanti sambil berjalan,” imbuhnya.

Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi memaparkan pelaksanaan operasi lilin dalam menyambut Nataru dibutuhkan sinergi pihak terkait.

Termasuk dengan TNI dan organisasi perangkat daerah (OPD) Boyolali. Karena pada mudik Nataru, ada dua jalur yang akan digunakan masyarakat. Yakni jalan tol dan arteri.

”Boyolali menjadi booming karena ada kecelakaan lalu lintas (lakalantas) menonjol di tol. Padahal dihitung jalan tol Boyolali (Tans Marga Jateng) panjangnya 8,41 kilometer. Tapi topografi kita (kondisi menurun,Red) dan menjadi titik lelah pengemudi. Sehingga membuat laka lantas (KM 487+600,Red) menjadi perhatian nasional,” tandasnya. (rgl/adi)

 

Baznas Tulungagung merancang program ini mulai dari hulu ke hilir.
Baznas Tulungagung merancang program ini mulai dari hulu ke hilir.
Editor : Nindia Aprilia
#boyolali #Nataru 2023 #macet #mudik #kecelakaan