SOLOBALAPAN.COM – Euforia masyarakat benar-benar terasa jelang laga final Piala Dunia U-17 yang akan dilaksanakan pada Sabtu (2/11/2023) di Stadion Manahan, Solo.
Hal ini terlihat dalam jumlah penjualan tiket laga yang mempertemukan Jerman U-17 dan Prancis U-17 tersebut.
Panitia Pelaksana Lokal (LOC) Piala Dunia FIFA U-17 2023 memastikan tiket nonton pertandingan Final Piala Dunia U-17 telah habis terjual. Panitia menyediakan sebanyak 11 ribuan tiket untuk laga final di Manahan nanti.
Fenomena ini agaknya merupakan jawaban dari harapan Ketua PSSI, Erick Thohir, yang menginginkan masyarakat berbondong-bondong menonton Piala Dunia U-17 sampai final.
"Jelang berakhirnya event ini, ayo kita ramaikan dan sukseskan FIFA U-17 World Cup sampai partai final!," ucap Ketum PSSI Erick Thohir.
Head of Marketing and Commercial LOC Piala Dunia U-17 2023 Marsal Masita mengatakan, pihaknya juga menyediakan tiket komplimen khusus bagi sponsor FIFA dan para undangan. "Kami akan pastikan tiket komplimen sekitar lima ribuan tiket final," katanya.
Final itu sendiri merupakan buah dari laga-laga hebat semifinal Piala Dunia U-17 pada Selasa (28/11/2023) yang menampilkan performa terbaik dari empat tim, Argentina, Jerman, Prancis, hingga Mali.
Yang paling menegangkan jelas Argentina melawan Jerman di game pertama. Jerman sempat unggul cepat di awal laga, namun akhirnya dibalas dua gol beruntun oleh Argentina.
Mental juara Jerman muncul di babak kedua, dengan tambahan dua gol yang membuat tim ini balik unggul lagi 3-2. Namun di masa injury time, Argentina bisa menyamakan kedudukan jadi 3-3, dan memaksa laga diakhiri dengan drama adu penalti. Sayangnya Argentina kalah adu penalti 2-4 akhirnya.
"Kami mengalami situasi yang berpeluang mencetak gol tetapi tidak terjadi. Pertandingannya sangat menguras fisik. Akhirnya seri, dan penalti dilakukan. Dan seperti yang kita tahu. penalti itu untung-untungan," kata Head Coach Argentina Diego Placente usai laga.
Sementara Head Coach Jerman Christian Wueck sangat bangga masuk ke final. "Kami juga sedikit lengah dan tidak bisa menyaingi, tentu saja bukan yang kami inginkan. Saat istirahat, 2-1 itu beban bagi kami. Harus belajar dari kesalahan," tambahnya. (nis/nik/rei)