SOLOBALAPAN.COM – Harapan untuk kembali mengenakan seragam Merah Putih mulai membuncah dalam benak Rafael Struick.
Sudah satu tahun empat bulan lamanya penyerang serba bisa berusia 23 tahun tersebut terpinggirkan dari skuad Garuda, terhitung sejak panggilan terakhirnya pada Juni 2025 silam.
Perombakan kursi kepelatihan Timnas Indonesia dari Patrick Kluivert ke nakhoda anyar, John Herdman, sempat membuat kans Struick kian menyempit.
Penurunan menit bermain di level timnas tak lepas dari fase kelam performanya bersama Dewa United pada musim kompetisi 2025/2026.
Kala itu, Struick tercatat mandul tanpa mencetak satu gol pun dalam 21 pertandingan dengan total 646 menit bermain di kancah BRI Super League, bahkan sempat diganjar satu kartu merah.
Baca Juga: Ole Romeny Cedera, John Herdman Mulai Pantau Siegert Baartmans Striker Muda FC Eindhoven?
Namun, memasuki musim 2026/2027, grafik permainan Struick menunjukkan tren kebangkitan nyata.
Kendati baru mengemas satu gol dan satu assist dari tujuh pertandingan, ia konsisten dipercaya menjadi andalan utama lini depan Dewa United.
Menit bermainnya pun melonjak tajam dengan membukukan total 507 menit di atas lapangan atau rata-rata mencatatkan 72,43 menit per laga.
Meskipun saat ini fokus total memberikan yang terbaik bagi Dewa United, Struick secara terbuka melempar sinyal kepada juru taktik Timnas Indonesia, John Herdman, untuk melirik kembali potensinya.
Terlebih, armada Merah Putih bakal segera melakoni kalender penting FIFA Matchday pada 9–17 November 2026 serta putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada Januari mendatang.
"Sejujurnya, saya tidak berharap apa-apa. Saya hanya berusaha terus bekerja keras, memberikan 100 persen kemampuan saya di Dewa United," tutur Struick lugas.
"Semoga penampilan dan kualitas saya bisa terlihat dan pelatih bisa melihatnya. Saya selalu siap jika mendapat panggilan," tegas pemain yang telah mencatatkan 23 penampilan, satu gol, dan dua assist bersama Timnas Indonesia sejak debutnya pada Juni 2023.
Peluang Terbuka Usai Cedera Engkel Ole Romeny Kian Parah
Peluang Struick ke skuad Merah Putih kini terbuka lebar menyusul kabar buruk yang menimpa juru gedor utama Timnas Indonesia, Ole Romeny.
Bomber yang mengantarkan Indonesia merengkuh gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut mengonfirmasi bahwa cedera pergelangan kaki (engkel) yang menderanya justru semakin parah.
Melalui unggahan emosional di akun media sosial pribadinya, striker berusia 26 tahun itu membeberkan bahwa kerusakan jaringan engkelnya jauh lebih mengkhawatirkan dari diagnosa tim medis sebelumnya.
"Sayangnya, cedera pergelangan kaki saya lebih parah dari yang terlihat awalnya. Saya akan melakukan apa saja untuk kembali secepat mungkin... selalu tegakkan kepala," tulis Ole Romeny lewat akun Instagram pribadinya, Kamis (29/10/2026).
Cedera tersebut merupakan harga mahal dari militansi Ole yang memaksakan diri tampil sejak menit awal pada laga final kontra Thailand di ASEAN Cup 2026, sebelum ditarik keluar pada babak perpanjangan waktu.
Imbasnya terasa signifikan di level klub. Bersama tim Eredivisie Belanda, Fortuna Sittard, pemain pinjaman asal Oxford United itu hanya menjadi penghangat bangku cadangan saat bersua FC Twente dan dicoret dari susunan pemain ketika menghadapi NEC Nijmegen demi menjalani terapi intensif.
Kondisinya kian memburuk setelah kembali turun bertanding sebagai pemain pengganti kontra Excelsior di awal babak kedua.
Alih-alih membaik, pemeriksaan lanjutan pascalaga mengonfirmasi bahwa peradangan pada engkelnya kembali kambuh.
Hingga kini, pihak Fortuna Sittard belum dapat memastikan kapan sang penyerang bisa merumput kembali. Situasi pelik ini membuat Ole Romeny hampir dipastikan absen memperkuat skuad racikan John Herdman dalam partai uji coba internasional menghadapi Yordania pada 13 November mendatang.
Kekosongan pos ujung tombak ini menjadi celah sempurna bagi John Herdman untuk menjajal kembali ketajaman Rafael Struick yang tengah dalam grafik menanjak. (dam)
Editor : Damianus BramSumber : Berbagai Sumber