Buntut Teror Bus Persib U-18 dan Jakmania, Erick Thohir Tegaskan PSSI Siapkan Sanksi Terberat

Damianus Bram • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:53 WIB
Bus rombongan The Jakmania Cikampek diserang sekelompok orang di Tol Palikanci, Senin (12/10) dini hari WIB. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah anggota mengalami luka-luka, termasuk seorang anggota perempuan. (Dok. Jakmania Cikampek)
Bus rombongan The Jakmania Cikampek diserang sekelompok orang di Tol Palikanci, Senin (12/10) dini hari WIB. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah anggota mengalami luka-luka, termasuk seorang anggota perempuan. (Dok. Jakmania Cikampek)

 

SOLOBALAPAN.COM – Rentetan aksi teror antarsuporter kembali mencoreng citra dunia sepak bola tanah air.

Dua insiden anarkis meletus secara berturut-turut dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, menyasar rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 serta kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania Cikampek.

Insiden pertama terjadi di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Bus tim Persib U-18 yang tengah bertolak menuju Bandung usai melakoni pertandingan di Solo dilempari batu dan dirusak oleh sekelompok oknum. Sejumlah koper dan barang berharga milik pemain juga dilaporkan hilang dijarah.

Tak berselang lama, aksi balasan diduga terjadi di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (12/10/2026) dini hari.

Bus rombongan The Jakmania Cikampek dilempari benda keras oleh orang tak dikenal (OTK) hingga menyebabkan kaca bus pecah dan beberapa penumpang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Marak Aksi Suporter Anarkis, Erick Thohir Ultimatum Seminggu ke Klub yang Berseteru untuk Damai!

Erick Thohir Beri Deadline 1 Minggu dan Ancam Pengurangan Poin

Menanggapi eskalasi kekerasan yang mengkhawatirkan tersebut, Ketua Umum PSSI yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bakal mengambil tindakan drastis.

Erick memberi tenggat waktu (deadline) selama satu minggu kepada operator liga serta manajemen klub untuk menyepakati langkah konkret penanganan aksi kekerasan antarsuporter.

Jika tidak ada kesepakatan tegas, PSSI dipastikan bakal turun tangan langsung melakukan intervensi.

"Ya, saya akan kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi," tegas Erick saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Erick menegaskan bahwa klub dan operator liga tidak boleh lepas tangan dan wajib bertanggung jawab penuh atas keselamatan para suporter, termasuk pendukung tim tamu.

Ia bahkan mendorong skema sanksi terberat, termasuk opsi pemotongan poin klasemen bagi klub yang pendukungnya terbukti melakukan aksi anarkis.

“Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindak tegas pastinya," ujar Erick.

Erick menilai perusakan kendaraan, penyerangan fisik, hingga penjarahan barang pribadi sudah bukan lagi bagian dari rivalitas sepak bola, melainkan tindak pidana murni yang harus diproses hukum secara tegas.

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan jajaran kepolisian yang bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku. (dam)

Editor : Damianus Bram
suporter erick thohir persib persija