Marak Aksi Suporter Anarkis, Erick Thohir Ultimatum Seminggu ke Klub yang Berseteru untuk Damai!

Damianus Bram • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:35 WIB
Menteri Pemuda dan Olah Raga Erick Thohir ketika bertemu dengan Presiden FIFA  Gianni Infantino beberapa waktu yang lalu. (Dok. erickthohir)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, ketika bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino beberapa waktu yang lalu. (Dok. erickthohir)

 

SOLOBALAPAN.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengambil sikap tegas merespons maraknya aksi kericuhan antarsuporter.

Erick memberi tenggat waktu (deadline) selama satu minggu kepada operator liga dan manajemen klub untuk menyepakati langkah konkret penanganan aksi kekerasan. Jika tidak ada titik temu, PSSI siap melakukan intervensi langsung.

Ancaman ini mencuat setelah dua insiden penyerangan brutal yang menyasar rombongan Persib Bandung U-18 dan kelompok suporter Persija Jakarta, Jakmania Cikampek, terjadi secara beruntun dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

"Ya, saya akan kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi," tegas Erick saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Erick menekankan bahwa klub dan operator liga wajib bertanggung jawab penuh atas keselamatan suporter, terutama dalam laga yang melibatkan pendukung tim tamu.

Baca Juga: Erick Thohir Ancam Sanksi Pengurangan Poin Bagi Klub yang Gagal Jaga Kelakuan Suporter

Ia pun mendorong penerapan sanksi paling berat, termasuk opsi pengurangan poin bagi klub yang terbukti gagal mengendalikan pendukungnya.

“Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindak tegas pastinya," lanjut Erick.

Erick menilai rentetan aksi perusakan, penyerangan bus, hingga penjarahan barang pribadi sudah melampaui batas rivalitas olahraga dan merupakan tindak pidana murni. Ia juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah menangkap sejumlah terduga pelaku.

Dua Insiden Mencekam dalam 24 Jam

Insiden pertama meletus di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 yang tengah meluncur pulang ke Bandung usai melakoni laga di Solo dilempari dan dirusak oleh sekelompok oknum suporter. Sejumlah barang berharga milik pemain juga dilaporkan hilang.

Tak sampai 24 jam berselang, tepatnya pada Senin (12/10/2026) dini hari, aksi balasan diduga terjadi.

Rombongan The Jakmania Cikampek menjadi sasaran pelemparan benda keras oleh OTK saat melintas di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Jawa Barat. Serangan tersebut menyebabkan kaca bus pecah dan beberapa penumpang mengalami luka-luka.

Rangkaian teror ini kembali mencoreng wajah sepak bola nasional. PSSI kini menunggu komitmen nyata dari seluruh klub Liga Indonesia sebelum menjatuhkan regulasi dan sanksi yang lebih mengikat. (dam)

Editor : Damianus Bram
erick thohir persib persija bobotoh jakmania