SOLOBALAPAN.COM – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai bergerak cepat membangun skuad tangguh demi merealisasikan target tinggi di Piala Asia 2027.
Nakhoda asal Inggris tersebut secara terbuka membidik dua pemain diaspora berkualitas untuk mendongkrak daya ledak lini serang Skuad Garuda.
Herdman menegaskan, Timnas Indonesia saat ini sangat membutuhkan tambahan pemain sayap (winger) yang dibekali kecepatan ekstrim serta karakter permainan dinamis.
Kebutuhan krusial ini disampaikan Herdman saat mengevaluasi komposisi tim. Menurutnya, aspek kecepatan merupakan modal vital untuk meladeni tim-tim raksasa Asia di level internasional.
Ia mematok standar tinggi bagi calon amunisi barunya, yakni wajib memiliki top speed mencapai 36 kilometer per jam atau lebih.
Baca Juga: Ajukan Naturalisasi, Apakah Taisei Marukawa Bisa Bela Timnas di Piala Asia 2027? Ini Analisisnya!
"Di Kanada, saya memiliki pemain dengan kecepatan berlari 37 km/jam yang alami dan luar biasa seperti Alphonso Davies, Tajon Buchanan, dan Jonathan David," ujar Herdman, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (13/10).
Ia lantas menggarisbawahi bahwa Timnas Indonesia memerlukan sosok serupa di sektor sayap kanan (nomor 7) dan sayap kiri (nomor 11).
"Dan, kami membutuhkan kecepatan di posisi nomor 7 dan 11 di area sayap. Di level dunia, Anda membutuhkan pemain yang memiliki kecepatan 36 km/jam atau lebih," tegasnya.
Kehadiran winger bertipikal 'pelari cepat' ini diharapkan mampu membongkar pertahanan berlapis, menciptakan keunggulan jumlah pemain, serta menebar ancaman konstan lewat skema serangan balik kilat.
Sinyal Persaingan Lini Depan Garuda
Saat ini, skuat Garuda sebenarnya telah dihuni sejumlah pemain sayap berbakat. Marselino Ferdinan identik dengan nomor punggung 7, sementara Ragnar Oratmangoen konsisten mengisi posisi nomor 11. Selain keduanya, masih ada nama Egy Maulana Vikri.
Namun, Herdman menekankan bahwa kriteria utamanya bukan sekadar nomor punggung, melainkan kombinasi kecepatan murni dan kedisiplinan taktik yang sesuai dengan filosofi permainannya.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut mengonfirmasi bahwa dirinya tengah memproses pendekatan secara intensif kepada dua pemain keturunan di Eropa.
"Ada dua pemain diaspora yang sedang saya coba rekrut, dengan profil dan karakter yang dinamis, namun ada sejumlah tantangan dalam memprosesnya," aku Herdman.
Pernyataan Herdman ini lantas memicu spekulasi hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional.
Nama-nama bakat muda seperti Julian Oerip hingga Demiane Agustien mulai gencar dikaitkan, meski belum ada konfirmasi resmi dari PSSI maupun tim pelatih.
Herdman masih enggan membeberkan identitas detail maupun kendala administratif yang tengah dihadapi dalam proses perekrutan kedua pemain tersebut.
Penambahan amunisi diaspora ini menjadi bagian penting dari strategi Herdman untuk memperdalam kedalaman skuat (squad depth).
Piala Asia 2027 diprediksi menjadi pembuktian krusial bagi perjalanan Timnas Indonesia. Kehadiran para pemain cepat ini diharapkan mampu memberi variasi taktik yang mematikan saat berhadapan dengan tim-tim berpostur jangkung dan berfisik kuat. (dam)
Editor : Damianus Bram