Kontras Nasib Dua Megabintang: Lionel Messi Pamit Penuh Air Mata di Argentina, Ronaldo Pergi Imbas Konflik

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:12 WIB
Messi dan Ronaldo.
Messi dan Ronaldo.

SOLOBALAPAN, JAKARTA — Dua megabintang terbesar sepak bola modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, mengalami nasib yang berbanding terbalik 180 derajat bersama tim nasional masing-masing per Rabu (7/10/2026).

 Lionel Messi resmi mengakhiri 21 tahun pengabdian luar biasanya bagi Timnas Argentina lewat malam perpisahan emosional yang sarat tangis haru dan penghormatan setinggi langit di Buenos Aires.

Sebaliknya, Cristiano Ronaldo justru terseret prahara panas di Timnas Portugal setelah memutuskan angkat kaki dari pemusatan latihan (training camp) menyusul perselisihan terbuka dengan sang pelatih kepala, Jorge Jesus, terkait tudingan pengingkaran janji menit bermain.

Tangis Haru Lionel Messi: Salam Perpisahan Sempurna Usai Libas Benin 3-0

Panggung internasional Lionel Messi ditutup secara megah di Stadion El Monumental, Buenos Aires, pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu (7/10/2026) pagi WIB. Penyerang Inter Miami berusia 39 tahun tersebut memimpin La Albiceleste melibas Benin dengan skor meyakinkan 3-0.

Baca Juga: Lionel Messi Makin Kokoh Jadi Kolektor Trofi Terbanyak Sepanjang Masa, hingga Cetak Gol ke-100 di Inter Miami

Messi mencetak satu gol lewat eksekusi penalti dan menyumbangkan dua assist, melengkapi statistik abadi dalam karier internasionalnya:

Usai laga tuntas, Messi tak kuasa membendung air matanya di hadapan puluhan ribu suporter.

Dalam pidato perpisahannya, ia mendedikasikan seluruh pencapaian tersebut kepada mendiang sang ayah dan menegaskan kecintaan abadinya pada seragam putih-langit.

Pernyataan Emosional Lionel Messi: "Hal pertama yang saya pikirkan adalah ayah saya. Saya hanya bisa mengungkapkan rasa terima kasih saya; merupakan kehormatan besar untuk mengenakan jersei ini selama lebih dari 20 tahun. Saya bersumpah bahwa saya ingin kembali seumur hidup, karena bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi pada Anda."

Penghormatan Scaloni dan Neymar: Warisan Terbesar Sepanjang Sejarah

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, larut dalam suasana duka cita perpisahan sang kapten. Scaloni menyebut melatih Messi adalah puncak mimpi tertingginya sebagai seorang juru taktik.

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak pernah berpikir akan menjadi pelatih pesepak bola terbaik dalam sejarah. Tak akan bertemu dengannya lagi akan menyedihkan. Dia meninggalkan warisan yang luar biasa bagi kita. Perasaan memiliki dia di pihakmu tidak tertandingi, aku belum pernah melihat aura seperti itu pada orang lain sepanjang hidupku," tutur Scaloni dengan mata berkaca-kaca.

Apresiasi global turut mengalir dari bintang Brasil sekaligus mantan tandemnya di Barcelona dan PSG, Neymar. Melalui media sosial, Neymar menuliskan pesan menyentuh: "Bukan hanya Argentina yang berterima kasih padamu, dunia berterima kasih atas semua yang telah kau lakukan untuk sepak bola."

Prahara Cristiano Ronaldo: Tuding Jorge Jesus Ingkari Janji Dua Kali

Di belahan benua Eropa, atmosfer muram justru menyelimuti kubu Timnas Portugal. Kapten gaek berusia 41 tahun, Cristiano Ronaldo, mengumumkan pengunduran dirinya dari pemusatan latihan tim nasional setelah hubungan kerjanya dengan pelatih Jorge Jesus retak.

Ronaldo menuding sang pelatih telah dua kali melanggar kesepakatan tertulis. Awalnya, mereka sepakat bahwa Ronaldo akan diistirahatkan dalam laga kontra Norwegia dan Denmark demi menjaga kebugaran fisiknya.

 Namun pada hari pertandingan melawan Norwegia, Jesus mendadak memerintahkan Ronaldo melakukan pemanasan dengan janji tampil selama 30 menit, yang pada akhirnya sama sekali tidak dipenuhi.

"Semua orang tahu sisanya. Saya melakukan pemanasan sejak babak pertama, memperhatikan menit-menit berlalu dan tidak dipanggil untuk bermain. Manajer itu telah mengingkari janjinya kepada saya," beber Ronaldo lewat pernyataan resminya di media sosial.

Tinggalkan Kamp Latihan, Ronaldo Tegaskan Belum Mau Pensiun

Situasi kian meruncing setelah mediasi lanjutan digelar bersama Direktur Olahraga Al Nassr, Simao Coutinho.

Kendati sempat merumuskan dokumen kesepakatan berisi delapan poin termasuk klausul bahwa Ronaldo tidak pernah menuntut menit bermain pernyataan publik Jorge Jesus dalam konferensi pers dinilai bertolak belakang dari komitmen internal.

Merasa dikhianati untuk kedua kalinya, penyerang berjuluk CR7 itu memilih angkat koper dari kamp latihan Portugal. Meski demikian, Ronaldo menegaskan keputusannya pergi bukan berarti dirinya gantung sepatu dari level internasional.

Klarifikasi Cristiano Ronaldo: "Saya memutuskan untuk meninggalkan kamp pelatihan tanpa menunggu janji-janji ingkar lebih lanjut. Jika saya dalam kondisi fisik prima, bermain untuk klub saya, mencetak gol, saya berharap setelah menjalani hukuman skorsing apa pun yang dijatuhkan kepada saya, saya akan siap untuk berkompetisi dan menang untuk tim nasional kita."

Ronaldo turut melayangkan permohonan maaf kepada para penggemar atas keputusannya tidak menyapa tribune seusai duel kontra Norwegia, serta menyerahkan sanksi disipliner sepenuhnya kepada Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).

Tabel Perbandingan Kontras Nasib Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo di Timnas

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai statistik karier, dinamika tim nasional, pemicu sorotan, serta status masa depan kedua megabintang secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Komparasi Lionel Messi (Argentina) Cristiano Ronaldo (Portugal)
Usia Saat Ini 39 Tahun (Inter Miami) 41 Tahun (Al Nassr)
Durasi Karier Timnas 21 Tahun (2005 – 2026) Membela timnas sejak 2003
Statistik Resmi 208 Penampilan | 126 Gol Pencetak gol internasional terbanyak dunia
Laga Terkini / Sorotan Menang 3-0 vs Benin (1 gol penalti, 2 assist) Laga kontra Norwegia (Hanya duduk di bangku cadangan)
Status di Tim Nasional Resmi Pensiun (Gantung sepatu internasional) Mogok / Tinggalkan Kamp (Belum pensiun)
Hubungan dengan Pelatih Sangat harmonis dengan Lionel Scaloni Berselisih tajam dengan Jorge Jesus
Akar Masalah / Isu Salam perpisahan haru & kenang mendiang ayah Merasa diingkari janji 2 kali soal menit bermain
Keterlibatan Pihak Luar Dukungan dari Neymar & komunitas dunia Melibatkan Dirtek Al Nassr (Simao Coutinho)
Sikap Federasi / Tim Memberikan seremonial penghormatan megah Menunggu evaluasi & potensi sanksi skorsing FPF

Dua jalan cerita yang bertolak belakang ini menjadi penegas dramatis dari babak akhir rivalitas abadi Messi dan Ronaldo; di saat sang maestro Argentina menutup lembaran karier internasionalnya dengan air mata bahagia dan trofi paripurna, sang predator Portugal masih harus bertarung melawan ego, janji tak ditepati, serta badai konflik internal demi memperpanjang napasnya di panggung internasional.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Ronaldo ' portugal lionel messi argentina Nasib