SOLOBALAPAN.COM – Nama Chanathip Songkrasin kembali muncul menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Gelandang Thailand tersebut akan menghadapi Timnas Indonesia dalam pertandingan puncak yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Pertemuan ini menjadi momen yang cukup menarik bagi Chanathip. Pasalnya, ia terakhir menghadapi Indonesia pada Piala AFF 2022. Setelah hampir empat tahun, pemain yang dikenal dengan julukan “Messi Thailand” itu kembali berhadapan dengan Garuda, kali ini dalam perebutan trofi perdana FIFA ASEAN Cup.
Namun, ada satu hal yang membuat perhatian Chanathip tertuju pada Indonesia.
Ia melihat skuad Garuda saat ini sudah mengalami banyak perubahan dibandingkan ketika kedua tim terakhir bertemu.
Chanathip Soroti Perubahan Indonesia
Chanathip mengaku senang bisa kembali menghadapi Indonesia. Menurutnya, skuad Garuda saat ini bukan lagi tim yang sama seperti beberapa tahun lalu.
Ia secara khusus menyoroti banyaknya pemain Indonesia yang kini memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa. Beberapa pemain Garuda tercatat berkarier di liga seperti La Liga Spanyol, Eredivisie Belanda, Bundesliga Jerman, Championship Inggris hingga Ligue 1 Prancis.
Perubahan tersebut membuat Indonesia memiliki pengalaman berbeda ketika tampil di pertandingan internasional.
Bagi Chanathip, perkembangan tersebut membuat pertandingan final semakin menarik. Ia juga menilai Indonesia kini mempunyai kualitas yang berbeda dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Hal itu cukup beralasan jika melihat perjalanan skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir.
Dari Skuad ASEAN ke Pemain Berpengalaman Eropa
Dalam beberapa tahun terakhir, komposisi Timnas Indonesia memang semakin banyak diisi pemain yang memiliki pengalaman di luar negeri.
Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat persaingan di skuad Garuda semakin terbuka. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman dari kompetisi domestik, tetapi juga menghadapi gaya bermain, tempo pertandingan, dan tekanan berbeda ketika tampil di Eropa.
Baca Juga: Imbas Kegagalan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Sosial Jennifer Coppen Jadi Sasaran
Perubahan tersebut juga terlihat dari perjalanan Indonesia menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.
Skuad Garuda tampil sebagai juara Grup A setelah mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang. Indonesia kemudian memastikan tiket final melalui kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh.
Mitchell Baker menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian setelah mencetak lima gol dalam pertandingan tersebut.
Sementara itu, Thailand melaju ke final setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 2-0. Kedua tim kini sama-sama memiliki kesempatan untuk menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup.
Chanathip Punya Kenangan dengan Indonesia
Pertandingan melawan Indonesia sebenarnya bukan pengalaman baru bagi Chanathip.
Pemain berusia 33 tahun tersebut sudah beberapa kali menghadapi Garuda dalam turnamen Asia Tenggara. Salah satu yang paling diingat terjadi pada final Piala AFF 2016.
Saat itu, Chanathip menjadi bagian dari skuad Thailand yang berhasil mengalahkan Indonesia. Thailand kalah 1-2 pada leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor, tetapi kemudian menang 2-0 pada leg kedua di Bangkok.
Thailand akhirnya menjadi juara dengan kemenangan agregat 3-2.
Kini, hampir satu dekade setelah final tersebut, Chanathip kembali menghadapi Indonesia di partai puncak. Bedanya, skuad Garuda yang akan dihadapinya sudah mengalami perubahan besar.
Pertandingan di SUGBK juga dipastikan berlangsung di hadapan puluhan ribu pendukung Indonesia. Sebanyak 67.000 tiket final telah terjual sehingga atmosfer pertandingan diperkirakan bakal sangat ramai.
Bagi Indonesia, final ini menjadi kesempatan untuk mengakhiri catatan sulit menghadapi Thailand di pertandingan penentuan.
Sementara bagi Chanathip, laga tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung seberapa jauh perubahan yang terjadi pada Garuda sejak pertemuan terakhir mereka.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand dijadwalkan berlangsung Senin malam pukul 20.00 WIB.
Editor : Inayah Choirunisa