Indonesia vs Thailand Final ASEAN Cup 2026, Kenapa Laga Ini Disebut Rivalitas yang Kembali?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 06:43 WIB
Selebrasi pemain timnas Indonesia Kevin Diks ke gawang Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Selebrasi pemain timnas Indonesia Kevin Diks ke gawang Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

SOLOBALAPAN.COM – Timnas Indonesia dan Thailand kembali bertemu di partai final. Laga yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam ini bukan sekadar perebutan trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga menjadi pertemuan yang menghidupkan kembali rivalitas lama dua tim kuat Asia Tenggara.

Indonesia dan Thailand dijadwalkan bertanding mulai pukul 20.00 WIB. Menariknya, pertemuan ini menjadi final perdana FIFA ASEAN Cup setelah turnamen tersebut resmi digelar untuk pertama kalinya pada 2026. FIFA mencatat Indonesia dan Thailand sebagai dua juara grup yang berhak melaju ke partai puncak.

Namun, kenapa pertandingan ini terasa seperti “rivalitas yang kembali”?

Baca Juga: Identitas Penguntit Misterius Ferry Irwandi Viral di Medsos, Terkuak Pakai Pelat Palsu

Lama Tidak Bertemu

Salah satu alasannya adalah kedua tim sudah cukup lama tidak berhadapan. Pertemuan terakhir Indonesia dan Thailand terjadi pada Piala AFF 2022, tepatnya pada 29 Desember 2022.

Ketika itu, Indonesia bermain imbang 1-1 dengan Thailand di SUGBK. Setelah pertandingan tersebut, kedua tim belum kembali bertemu di level senior hingga akhirnya dipertemukan dalam final FIFA ASEAN Cup 2026.

Jarak hampir empat tahun membuat duel kali ini terasa berbeda. Bahkan kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, mengaku senang akhirnya bisa kembali menghadapi Indonesia.

Chanathip mengatakan dirinya sudah menantikan pertemuan tersebut. Menurutnya, Indonesia kini telah mengalami banyak perubahan, terutama dari komposisi pemain dan kualitas skuad.

Baca Juga: Carmen Hearts2Hearts Tampil Berkebaya Bali, Ini Makna dan Keunikan Busana Tradisional yang Dikenakannya

Ia juga menyoroti keberadaan banyak pemain Indonesia yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi level tinggi.

Indonesia dan Thailand Punya Sejarah Panjang

Kalau melihat rekor keseluruhan, Thailand memang masih lebih unggul. Kedua negara sudah bertemu sebanyak 78 kali, dengan Indonesia mencatat 25 kemenangan, 16 hasil imbang, dan 37 kekalahan.

Namun, situasinya berbeda ketika pertandingan digelar di Indonesia. Dari 14 pertemuan di kandang, Indonesia meraih tujuh kemenangan, dua imbang, dan lima kekalahan. Final kali ini kembali berlangsung di SUGBK sehingga catatan tersebut ikut menjadi bagian menarik dari duel kedua negara.

Yang membuat rivalitas ini semakin menarik adalah sejarah mereka di partai final.

Baca Juga: Refido Kriska Siapanya Mbah Leginah? Kerap Dianggap Cucu Kandung, Ternyata Ini Hubungan Sebenarnya

Indonesia dan Thailand pernah bertemu dalam beberapa pertandingan penentuan. Indonesia bahkan dua kali mengalami kekalahan menyakitkan di kandang melalui adu penalti, yakni pada SEA Games 1997 dan Piala AFF 2002.

Di Piala AFF 2016, Indonesia juga sempat menang 2-1 atas Thailand pada leg pertama final. Namun, Thailand membalas dengan kemenangan 2-0 pada leg kedua dan akhirnya membawa pulang trofi.

Kali Ini Situasinya Berbeda

Meski punya sejarah panjang, final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadirkan kondisi yang berbeda.

Indonesia datang dengan status sebagai juara Grup A tanpa kekalahan. Skuad Garuda mengumpulkan dua kemenangan dan satu hasil imbang, termasuk kemenangan dramatis 9-2 atas Bangladesh yang memastikan mereka mengungguli Malaysia dalam produktivitas gol.

Mitchell Baker menjadi sorotan setelah mencetak lima gol dalam pertandingan tersebut. FIFA mencatat kemenangan itu sebagai salah satu laga paling dramatis Indonesia dalam perjalanan menuju final.

Thailand juga tampil meyakinkan. Mereka memastikan tiket final lebih cepat setelah mengalahkan Vietnam 2-0. Kekalahan 1-2 dari Filipina pada pertandingan terakhir tidak mengubah posisi Thailand sebagai juara Grup B.

Kini, keduanya kembali bertemu dengan satu tujuan: menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup.

Apalagi, 67.000 tiket final di SUGBK telah terjual habis. Artinya, duel Indonesia vs Thailand kali ini bukan hanya menghadirkan nostalgia rivalitas lama, tetapi juga panggung besar di hadapan puluhan ribu suporter Garuda.

Pertanyaannya, apakah Indonesia akhirnya bisa memutus catatan sulit ketika berhadapan dengan Thailand di pertandingan besar?

Jawabannya akan ditentukan malam ini di SUGBK.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : AFF, FIFA
thailand final Rivalitas indonesia