Manchester City Terancam Dikeluarkan dari Premier League Gegara Skandal Keuangan Terbesar Liga Inggris

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 16:45 WIB
Man City Dinyatakan Bersalah.
Man City Dinyatakan Bersalah.

SOLOBALAPAN, MANCHESTER - Raksasa sepak bola Inggris, Manchester City, berada dalam ancaman sanksi terberat dalam sejarah Premier League.

Klub berjuluk The Citizens tersebut resmi dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan oleh komisi independen yang ditugaskan otoritas Premier League, Selasa, 29 September 2026.

Keputusan resmi tersebut mengonfirmasi bocoran laporan investigasi yang sebelumnya sempat dirilis berbagai media terkemuka seperti The Athletic, BBC, The Guardian, The Times, dan Sky Sports pada 25 September 2026.

Skema Penyamaran Dana Sponsor dan Kontrak Palsu

Dokumen investigasi setebal 40 halaman yang dipublikasikan Premier League menyebutkan bahwa pemilik klub, Abu Dhabi United Group (ADUG) yang menguasai 81 persen saham City Football Group, terbukti melakukan penggelembungan keuangan secara sistematis sejak musim 2009/2010 hingga 2017/2018.

Penyelidikan menyimpulkan empat bentuk pelanggaran utama yang dilakukan pihak klub:

Baca Juga: Manchester City Resmi Dinyatakan Bersalah atas 114 Skandal Finansial, Ini Respon Roy Keane dan Ian Wright

Melalui skema Disguised Funding Scheme (penyamaran asal-usul uang), Manchester City terbukti mengaburkan nilai dana sponsor lebih dari 830 juta pound (sekitar Rp19,6 triliun) ditambah 90 juta pound (Rp2,1 triliun) dari metode penggelembungan lainnya.

Dokumen resmi Premier League bahkan mencantumkan kata sham (palsu atau abal-abal) sebanyak delapan kali untuk menggambarkan rekayasa kontrak tersebut.

Ancaman Sanksi Pengusiran dan Gelombang Banding

Keputusan komisi independen ini langsung membayangi keharmonisan skuad asuhan Enzo Maresca, termasuk pemain termahal Elliot Anderson yang baru dibeli seharga 116 juta pound (Rp2,7 triliun) serta bintang utama Erling Haaland.

Padahal, Manchester City saat ini sedang memimpin klasemen usai menyapu bersih lima laga awal musim.

Pihak Manchester City menyatakan kekecewaannya dan menegaskan akan mengajukan banding sebelum batas waktu Jumat pekan ini. Manajemen menganggap keputusan komisi independen cacat hukum, prinsip, maupun fakta.

Kendati demikian, praktisi hukum dari firma Three Points Law, Simon Leaf, menilai upaya banding Manchester City akan sangat berat. Menurutnya, pelanggaran ini melibatkan jajaran manajemen tertinggi selama satu dekade.

Ancaman hukuman yang mengintai tidak main-main, mulai dari denda fantastis, pengurangan poin signifikan, hingga sanksi terberat berupa pengusiran atau degradasi dari Premier League.

Pandangan serupa disampaikan kolumnis World Soccer dan jurnalis The Guardian, Jonathan Wilson.

"Semestinya sekarang ada alasan kuat untuk mengusir (City dari Liga Premier)," kata Jonathan Wilson.

Dukungan sanksi tegas juga datang dari Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, yang menilai pengusiran dari liga utama layak dipertimbangkan mengingat tindakan Manchester City dinilai telah membohongi otoritas dan 19 klub pesaing lainnya.

Parameter / Detail Kasus Rincian / Data Fakta
Klub Terkait Manchester City FC (City Football Group / ADUG)
Otoritas Penyelenggara Premier League (Komisi Independen)
Jumlah Tuduhan Pelanggaran Dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan
Periode Pelanggaran 9 Musim (2009/2010 hingga 2017/2018)
Nilai Dana Disamarkan >830 Juta Pound (Rp19,6 Triliun) + 90 Juta Pound (Rp2,1 Triliun)
Batas Waktu Banding Jumat pekan ini
Potensi Sanksi Denda berat, pengurangan poin, hingga pengusiran/degradasi dari Premier League

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
manchester city liga inggris skandal premier league