SOLOBALAPAN.COM – Jagat sepak bola dunia diguncang vonis bersejarah. Komisi independen secara resmi menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran berat terhadap regulasi finansial Premier League dan UEFA yang berlangsung selama sembilan musim berturut-turut.
Dalam laporan investigasi maraton yang memakan waktu empat tahun tersebut, komisi menemukan fakta bahwa kubu The Citizens terbukti melancarkan berbagai skema manipulasi pencatatan keuangan dan kesepakatan komersial fiktif.
Salah satu temuan paling krusial menyebutkan bahwa raksasa Manchester tersebut memanipulasi nilai kontrak sponsor melalui suntikan dana rahasia dari Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG)—perusahaan milik pemilik klub.
Skema terselubung ini digunakan untuk mendongkrak pendapatan klub secara artifisial sekaligus memangkas pencatatan biaya operasional hingga lebih dari 900 juta poundsterling (sekitar Rp18 triliun).
CEO Premier League, Richard Masters, bahkan melabeli kasus dan putusan ini sebagai "peristiwa paling signifikan dalam sejarah panjang kompetisi sepak bola Inggris."
Selain terbukti merekayasa laporan keuangan kepada auditor resmi, tim rival Manchester United tersebut juga dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan terkait kegagalan dan penolakan untuk bekerja sama dengan pihak penyidik Premier League.
Roy Keane: Buang Saja Semua Medali Juara ke Tempat Sampah!
Vonis bersalah tersebut memicu gelombang kecaman keras dari berbagai insan sepak bola legendaris. Mantan kapten legendaris Manchester United, Roy Keane, menyampaikan kritik menohok tanpa kompromi.
Bicara kepada ITV Sport, Keane menegaskan bahwa gelar-gelar yang diraih Man City selama periode tersebut telah ternoda oleh tindakan kecurangan sistemik dari jajaran manajemen klub.
"Nah, tahukah Anda? Mereka tahu itu akan menyakiti banyak orang, dan mereka tetap melakukannya. Jika saya seorang pemain, saya akan 100 persen membuang medali-medali itu ke tempat sampah," cetus Keane penuh amarah.
Keane menilai para pemain di lapangan dipastikan merasa dikhianati oleh pemilik klub yang memilih merusak integritas olahraga.
"Itu curang. Anda mendengar omong kosong dari mantan pemain yang mengatakan 'oh, mereka menang di lapangan'. Karena memang ada kecurangan yang terjadi. Sangat sulit bagi para pemain ketika memiliki pemilik yang dengan senang hati melakukan kecurangan," tegasnya.
Senada dengan Keane, mantan penyerang Arsenal, Ian Wright, menilai manajemen Man City telah membohongi kepercayan publik, suporter, serta jajaran skuadnya sendiri yang selama ini percaya bahwa klub tidak melanggar aturan.
Langkah Banding dan Ancaman Sanksi Berat
Meski dakwaan telah diketok bulat oleh komisi independen, bentuk sanksi konkret—mulai dari denda rekor, penguranan poin drastis, pembatalan gelar juara, hingga ancaman degradasi—baru akan ditentukan dalam persidangan tertutup terpisah.
Pihak Manchester City dengan tegas menolak vonis tersebut dan mengklaim adanya kesalahan material dari sisi hukum maupun fakta. Klub diberi batas waktu hingga Jumat (2/10/2026) untuk melayangkan berkas banding resmi. (dam)
Editor : Damianus Bram