SOLOBALAPAN.COM – Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan tanggapan tegas menyikapi sorotan publik terkait komposisi susunan 11 pemain utama (starting XI) saat menghadapi Singapura dalam laga perdana Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.
Dalam laga yang bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9) malam tersebut, Timnas Indonesia sukses memetik kemenangan bersih 2-0 lewat gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13 dan eksekusi penalti Ole Romeny di menit ke-74.
Namun di balik hasil manis tersebut, daftar susunan pemain utama yang diturunkan Herdman mendadak menjadi perbincangan hangat.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola nasional, tidak ada satu pun pemain kelahiran Indonesia yang menghuni starting XI Skuad Garuda sejak menit awal.
Merespons perdebatan publik mengenai ketiadaan pemain kelahiran lokal di lapangan, Herdman menegaskan bahwasanya status seluruh anak asuhnya tidak perlu diperdebatkan.
Menurutnya, seluruh pemain yang mengenakan jersi Merah Putih merupakan warga negara Indonesia (WNI) sah yang bertanding demi membela kehormatan bangsa.
"Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini; mereka bersedia menempuh perjalanan jauh, bekerja keras, berani melakukan duel perebutan bola yang sengit, serta bermain dengan penuh semangat, gelora, dan hati demi para penggemar di sini. Penting untuk menghargai hal itu," tegas Herdman dalam jumpa pers usai pertandingan, Sabtu (26/9/2026).
Juru taktik asal Inggris tersebut menolak keras narasi dikotomi atau pembedaan status pemain berdasarkan tempat kelahiran.
Ia meminta publik tidak lagi mengotak-ngotakkan jajaran pemain ke dalam kategori "lokal" maupun "diaspora".
"Menurut saya, tidak ada perbedaan terkait status pemain 'lokal'. Tidak ada istilah pemain lokal ataupun diaspora. Kita semua adalah Indonesia," tambah Herdman.
Herdman berharap pencinta sepak bola tanah air dapat memberikan apresiasi utuh kepada seluruh penggawa Skuad Garuda. Pasalnya, komitmen serta dedikasi seluruh pemain di lapangan terbukti murni diberikan untuk lambang Garuda di dada. (dam)
Editor : Damianus Bram