SOLOBALAPAN, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membeberkan alasan taktis di balik keputusannya memasukkan nama pemain muda Luke Vickery ke dalam daftar 23 pemain skuad Garuda untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Winger berusia 20 tahun yang merumput bersama klub kasta teratas Liga Australia, Macarthur FC, tersebut berpeluang besar mencatatkan debut resminya saat Indonesia menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB.
Kehadiran pemain kelahiran 25 Oktober 2005 tersebut sempat mengejutkan publik sepak bola Tanah Air lantaran John Herdman rela menyisihkan sejumlah penyerang sayap langganan tim nasional, seperti Eliano Reijnders dan Beckham Putra.
Juru taktik asal Inggris itu menegaskan bahwa pencoretan sejumlah nama senior murni didasarkan pada kebutuhan profil taktis tim, bukan karena masalah komitmen atau sikap.
Profil Direct dan Solusi Bongkar Pertahanan Rapat
John Herdman menjelaskan bahwa mayoritas penyerang sayap yang ditinggalkan memiliki kecenderungan gaya bermain yang gemar memotong ke area tengah pertahanan lawan (inside winger).
Karakter tersebut dinilai kurang efektif untuk menghadapi negara-negara Asia Tenggara yang sering menerapkan taktik low block dengan menumpuk pemain di area penalti sendiri.
Sebaliknya, Luke Vickery dinilai membawa dimensi serangan baru berkat kecepatan ledak serta keberaniannya dalam situasi duel langsung satu lawan satu (1v1) di garis luar lapangan. Karakter penyerang murni (direct winger) yang dimiliki Vickery dibutuhkan untuk menjaga kelebaran permainan sekaligus menembus garis pertahanan rapat lawan.
"Luke adalah profil yang sangat direct (langsung menyerang). Dan cara kami bermain, kami akan menggunakannya dengan cara itu, untuk membuatnya tetap melebar dan melihat peluang melakukan satu lawan satu serta menembus garis pertahanan yang kokoh," ujar John Herdman dalam sesi jumpa pers di SUGBK, Kamis (24/9/2026).
Pintu Timnas Tetap Terbuka untuk Pemain Lain
Pelatih yang pernah mengantar Timnas Kanada melenggang ke Piala Dunia tersebut menambahkan bahwa persaingan masuk ke dalam skuad final isi 23 pemain sangat ketat. Keputusan memilih pemain murni didasari atas performa klub serta kesesuaian profil taktis dengan skema turnamen.
Ia memastikan pemain yang belum berkesempatan dipanggil dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 ini masih memiliki peluang besar di masa mendatang selama mampu menunjukkan konsistensi di level klub.
"Bagi para pemain yang tidak terpilih, pintu selalu terbuka. Penampilan mereka di level klub dan karier mereka akan menceritakan kisahnya secara konsisten. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sikap atau komitmen mereka," tegas Herdman.
| Parameter / Detail Taktis | Rincian / Data Fakta |
| Pelatih Kepala | John Herdman |
| Pemain Baru / Kejutan | Luke Vickery (20 Tahun / Macarthur FC, Australia) |
| Posisi / Karakter | Right Winger / Penyerang Sayap Murni (Direct, Kecepatan, 1v1) |
| Pemain Ditinggalkan | Eliano Reijnders, Beckham Putra |
| Alasan Pemilihan | Butuh penyerang sayap murni pembongkar pertahanan rapat (low block) |
| Laga Terdekat | Indonesia vs Singapura (Jumat, 25 September 2026, 20.00 WIB) |
| Lokasi Pertandingan | Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta |
| Target Turnamen | Juara Grup A demi mengamankan tiket ke babak Final |
Kehadiran Luke Vickery diharapkan menjadi kartu truf bagi Timnas Indonesia untuk mengamankan kemenangan perdana di Grup A sekaligus melapangkan jalan menuju babak final FIFA ASEAN Cup 2026.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo