SOLOBALAPAN.COM – Kabar kurang sedap menghampiri Timnas Indonesia usai menjalani sesi latihan perdana. Bek kiri andalan Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas, dipastikan batal memperkuat Skuad Garuda akibat mengalami cedera.
Dony Tri sebelumnya sempat bertahan di hotel tempat tim menginap guna menjalani pemeriksaan medis secara mendalam. Tim medis Timnas Indonesia bergerak cepat memeriksa kondisi fisik pemain berusia 21 tahun tersebut untuk memastikan kelayakannya bertanding.
Namun, hasil evaluasi medis menunjukkan bahwa kondisi Dony Tri belum memungkinkan untuk diturunkan dalam waktu dekat. Atas pertimbangan kesehatan, namanya terpaksa dicoret dari daftar pemain untuk agenda pertandingan kali ini.
Pencoretan Dony Tri memaksa tim pelatih bergerak cepat mencari amunisi pengganti di sektor pertahanan sebelah kiri. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, lantas memutuskan untuk memanggil bek berpengalaman, Shayne Pattynama.
Nama Shayne Pattynama tentu sudah sangat familier bagi pencinta sepak bola tanah air. Pemain kelahiran Lelystad, Belanda, tersebut kerap menjadi langganan Skuad Garuda dan mengantongi jam terbang tinggi di kancah internasional.
Kehadiran Shayne membawa keuntungan tersendiri bagi variasi taktik tim. Pemain berusia 28 tahun itu dikenal fleksibel karena mampu diplot sebagai bek kiri murni maupun bermain lebih ofensif di posisi wing-back.
Di sisi lain, cedera ini menjadi ujian berat bagi Dony Tri. Pemain muda berbakat milik Macan Kemayoran itu sebenarnya tengah memupuk asa untuk membuktikan kualitasnya di level senior.
Meski begitu, keputusan ini diambil demi kebaikan sang pemain. Intensitas latihan dan jadwal laga yang padat menuntut kebugaran fisik 100 persen dari seluruh anggota tim.
Kini, Skuad Garuda melanjutkan pemusatan latihan dengan perubahan komposisi pemain. Shayne Pattynama diharapkan dapat segera melebur dengan skema permainan yang diusung John Herdman serta beradaptasi cepat dengan rekan-rekan setimnya.
Sementara itu, Dony Tri diharapkan berfokus penuh pada proses pemulihan agar bisa segera kembali ke lapangan hijau.
Usianya yang masih sangat muda membuka peluang lebar baginya untuk kembali mengenakan jersei Merah Putih pada agenda internasional berikutnya.
Kasus dicoretnya Dony Tri menjadi penegas bahwa persaingan masuk ke Skuad Garuda tidak hanya bergantung pada kapasitas teknis di lapangan, tetapi juga kesiapan fisik dan kebugaran yang prima. (dam)
Editor : Damianus Bram