Alasan FIFA Pangkas Hadiah Juara ASEAN Cup 2026, Terkendala Penjualan Hak Siar di Asia Tenggara

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:39 WIB
Gianni Infantino membatalkan proposal FIFA Forward Enterprise setelah mendapat tekanan dari konfederasi dan pejabat internal FIFA. (Instagram/@gianni_infantino)
Gianni Infantino membatalkan proposal FIFA Forward Enterprise setelah mendapat tekanan dari konfederasi dan pejabat internal FIFA. (Instagram/@gianni_infantino)

SOLOBALAPAN, JAKARTA - Menjelang bergulirnya ajang FIFA ASEAN Cup 2026, induk organisasi sepak bola dunia (FIFA) dilaporkan berencana memangkas besaran hadiah tunai bagi tim jawara.

Keputusan krusial tersebut mengemuka akibat rumitnya proses negosiasi serta kendala penjualan hak siar televisi di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara.

Penyesuaian struktur hadiah uang ini kabarnya akan diberlakukan hanya beberapa hari sebelum kick-off turnamen. Hadiah untuk juara Divisi 1 yang semula dijanjikan sebesar 1 juta dolar AS (sekitar Rp 17,8 miliar) berpotensi dipangkas menjadi 650.000 dolar AS.

Penurunan sebesar 350.000 dolar AS atau 35 persen ini juga berpotensi berdampak pada penyesuaian hingga penghapusan uang saku awal sebesar 125.000 dolar AS beserta bonus performa tim peserta.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Laga El Clasico ASEAN Lawan Malaysia Siap Tersaji

Kendati demikian, pihak FIFA hingga saat ini belum mengeluarkan pengumuman resmi untuk mengonfirmasi perubahan dana hadiah tersebut secara terbuka.

Kendala Tingginya Harga Hak Siar Televisi

Penyebab utama rencana pemangkasan dana hadiah tersebut bersumber dari lambatnya proses komersialisasi hak siar di kawasan Asia Tenggara.

Pihak penyelenggara sempat mematok harga awal hak siar sebesar 3 juta dolar AS, sebelum akhirnya diturunkan secara bertahap menjadi 2,6 juta dolar AS hingga 2 juta dolar AS. Kendati telah didiskon, nominal tersebut masih dianggap terlalu mahal oleh mayoritas lembaga penyiaran domestik.

Hingga saat ini, baru beberapa negara yang secara resmi telah mengamankan hak siar.

Di Indonesia, hak siar dipegang oleh EMTEK Media melalui jejaring Indosiar, SCTV, Moji, Vidio, dan Nex. Sementara di Laos, hak siar dipegang oleh UNITEL (LaoTV), serta platform Toffee di Bangladesh.

Sebaliknya, negara kuat seperti Vietnam dilaporkan masih tertahan dalam proses negosiasi alot meski laga pembuka mereka melawan Filipina dijadwalkan bergulir pada 26 September 2026.

Format Divisi dan Status Resmi Kalender FIFA

Kendati diterpa isu kelayakan komersialisasi dan rumor pemotongan hadiah, FIFA ASEAN Cup 2026 tetap menjanjikan persaingan sengit karena resmi masuk ke dalam kalender FIFA. Artinya, seluruh hasil pertandingan dalam ajang ini dihitung secara resmi untuk memengaruhi perolehan poin dan posisi negara peserta di pemeringkatan FIFA.

Secara format, kompetisi ini terbagi menjadi dua tingkatan, yakni Divisi 1 dan Divisi 2.

Timnas Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah Divisi 1 tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara Grup B Divisi 1 dihuni oleh jajaran tim kuat seperti Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.

Parameter Peristiwa / Kompetisi Rincian / Data Fakta
Kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026
Rencana Pemangkasan Hadiah Turun dari 1 Juta USD (Rp 17,8 Miliar) jadi 650.000 USD (Turun 35%)
Penyebab Utama Kendala tingginya harga jual hak siar di wilayah Asia Tenggara
Perkembangan Harga Hak Siar Turun dari 3 Juta USD ke 2,6 Juta USD hingga 2 Juta USD
Pemegang Hak Siar Indonesia EMTEK Media (Indosiar, SCTV, Moji, Vidio, Nex)
Pemegang Hak Siar Luar Negeri UNITEL / LaoTV (Laos) & Toffee (Bangladesh)
Status Poin Pertandingan Resmi masuk Kalender FIFA (Poin memperhitungkan Ranking FIFA)
Pembagian Grup Indonesia Divisi 1 Grup A (Indonesia, Malaysia, Singapura, Bangladesh)

Polemik terkait hak siar dan besaran hadiah uang tunai ini dipastikan menjadi perhatian krusial bagi seluruh pemangku kepentingan menjelang hari pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
fifa ASEAN Cup 2026