SOLOBALAPAN.COM — Kompetisi BRI Super League 2026/2027 baru memasuki pekan-pekan awal, namun tensi panas di kursi kepelatihan sudah mulai memuncak.
Tiga klub tercatat belum mampu mengemas satu poin pun, yang membuat nasib para juru taktik mereka kini berada di ujung tanduk.
Ketiga tim yang tengah merana di dasar klasemen sementara tersebut adalah Persijap Jepara, PSS Sleman, dan Isenmulang Kalteng FC.
Jika tak segera memberikan kebangkitan dan merebut poin pada laga lanjutan pasca-jeda internasional, ancaman pemecatan kepada pelatih dari manajemen klub berpotensi menjadi kenyataan.
Berikut adalah tiga pelatih Super League yang posisinya terancam:
Baca Juga: Era Baru Les Bleus! Zinedine Zidane Resmi Panggil 5 Pemain Debutan ke Timnas Prancis
1. Mario Lemos (Persijap Jepara)
Mario Lemos sejatinya merupakan juru selamat yang membawa Laskar Kalinyamat terhindar dari jurang degradasi musim lalu.
Namun, dinamika internal sempat membuatnya digeser menjadi Direktur Teknik di awal musim, sebelum akhirnya ditunjuk kembali menggantikan Juan Cortes yang menelan dua kekalahan beruntun.
Sayangnya, debut kembalinya racikan pelatih asal Portugal ini belum membuahkan hasil positif. Persijap dipaksa menyerah 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (20/9/2026).
Meski menempati urutan ke-16 dengan nol poin, posisi Lemos diprediksi masih relatif aman mengingat ia baru mendampingi tim dalam satu laga.
Ujian sesungguhnya bakal tersaji saat Persijap bertandang ke markas Bali United pada Sabtu (10/10/2026) mendatang.
2. Pieter Huistra (PSS Sleman)
Keberhasilan Pieter Huistra membawa PSS Sleman promosi ke kasta tertinggi musim ini seolah menguap begitu saja.
Di bawah kendali Pieter Huistra, skuad Super Elja justru mencatatkan performa buruk dengan menelan tiga kekalahan beruntun.
Usai ditaklukkan Bali United (1-2) dan Madura United (1-3), PSS kembali keok 1-2 di markas Dewa United.
Hasil minor ini menempatkan PSS di peringkat ke-17 tanpa poin dan memicu gelombang kekecewaan besar dari para suporter.
Sebagai penanggung jawab teknis utama sejak awal musim, posisi eks pelatih Borneo FC ini berada dalam ancaman serius.
Laga krusial menantang PSM Makassar pada Minggu (11/10/2026) akan menjadi pembuktian terakhir bagi Huistra untuk mempertahankan jabatannya.
3. Mundari Karya (Isenmulang Kalteng FC)
Sebagai satu-satunya pelatih lokal di Super League musim ini, Mundari Karya justru menghadapi situasi paling genting.
Isenmulang Kalteng FC tampil babak belur dan mencatatkan rekor pertahanan terburuk setelah gawang mereka dibobol 10 kali dalam tiga laga.
Usai digulung Arema FC (1-4) dan Bali United (1-4), Laskar Tambun Bungai kembali takut 0-2 dari Bhayangkara FC.
Tak hanya tanpa poin di lapangan, tim yang sebelumnya bernama Adhyaksa FC ini bahkan terbenam di dasar klasemen dengan minus 2 poin akibat sanksi regulasi Club Licensing.
Mundari Karya dihadapkan pada laga hidup-mati saat timnya dijadwalkan menantang Persebaya Surabaya pada Jumat (9/10/2026). Hasil dari duel tersebut diperkirakan bakal menentukan nasib juru taktik berusia 66 tahun itu. (dam)
Editor : Damianus Bram