SOLOBALAPAN, JAKARTA - Pemain diaspora berdarah Indonesia, Laurin Ulrich, resmi mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas U-21 Jerman dalam mengarungi Kualifikasi UEFA European U-21 Championship 2027.
Pemanggilan ini menjadi sinyal bahaya sekaligus tantangan tersendiri bagi PSSI jika masih berhasrat memproses naturalisasi sang gelandang berbakat.
Timnas Jerman U-21 saat ini tengah memimpin puncak klasemen Grup F dengan torehan 18 poin.
Di bawah asuhan pelatih Antonio Di Salvo, tim panser muda dijadwalkan melakoni tiga laga krusial demi mengamankan tiket lolos langsung ke putaran final, yakni melawan Latvia pada 26 September 2026, Malta pada 30 September 2026, dan Georgia pada 6 Oktober 2026.
Dipercaya Antonio Di Salvo dan Masuk Skuad Utama Jerman U-21
Untuk menghadapi rangkaian pertandingan tersebut, Di Salvo memanggil 23 pemain, di mana Laurin Ulrich menjadi salah satu dari tujuh pemain debutan.
Enam nama debutan lainnya yang turut dipanggil adalah Frank Feller, Noahkai Banks, Francis Onyeka, Wael Mohya, Paris Brunner, dan Louey Ben Farhat.
Di Salvo mengungkapkan bahwa perombakan skuad ini dipengaruhi oleh badai cedera serta promosi sejumlah pilar muda ke skuad senior Jerman.
"Ada beberapa faktor yang memengaruhi pemilihan pemain kali ini. Selain masalah cedera, besarnya jumlah pemain yang dipanggil ke tim nasional senior putra juga turut berpengaruh.
Saya tak sabar untuk mengenal para pemain baru di tim U-21 dan melihat bagaimana performa mereka dalam pertandingan kualifikasi kami," ujar Di Salvo mengutip keterangan resmi DFB.
Profil Laurin Ulrich dan Peluang Bela Skuad Garuda
Gelandang berusia 21 tahun ini merupakan pemain berbakat milik VfB Stuttgart yang saat ini tengah menjalani masa peminjaman di klub Bundesliga lainnya, Paderborn 07.
Pemain kelahiran Heidenheim an der Brenz, Jerman, tersebut memang sudah menjadi langganan skuad muda DFB-Elf sejak membela Timnas U-16, U-17, U-18, hingga U-19 Jerman.
Kendati karier internasionalnya kian melesat di Jerman, peluang Ulrich untuk memperkuat Timnas Indonesia sebenarnya belum sepenuhnya tertutup.
Pemain yang memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, ini masih memenuhi syarat (eligible) untuk membela Merah Putih selama belum mencatatkan penampilan (cap) resmi bersama tim nasional senior Jerman.
Penampilan Laurin Ulrich bersama Timnas U-21 Jerman makin menegaskan kualitasnya sebagai pilar muda papan atas di Eropa.
Publik sepak bola tanah air kini menantikan apakah PSSI akan mengambil langkah cepat untuk melakukan pendekatan sebelum sang pemain benar-benar terkunci di tim senior Jerman.
(did)