SOLOBALAPAN, JAKARTA — Ambisi Persija Jakarta untuk melanjutkan tren positif di hadapan puluhan ribu pendukungnya pada laga lanjutan pekan ketiga Super League 2026/2027 terganjal kendala ketersediaan arena tanding per Selasa (15/9/2026).
Skuad berjuluk Macan Kemayoran tersebut dipastikan kembali berstatus sebagai "tim musafir" setelah terpaksa mengungsi ke Pulau Dewata guna menjamu lawannya, Java United.
Laga kandang yang semula dijadwalkan mentas di Jakarta pada Sabtu (19/9/2026) malam WIB tersebut resmi dialihkan operator kompetisi ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menyusul tidak tersedianya dua stadion utama di ibu kota.
SUGBK Masuk Fase Steril H-7 FIFA ASEAN Cup 2026
Berdasarkan jadwal awal di laman resmi I.League, laga Persija kontra Java United semestinya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan.
Baca Juga: Ini Dia Susunan Pemain Persija vs Persib: Teja Paku Alam Starter, Witan Sulaeman Hilang dari Skuad
Namun, izin pemakaian arena kebanggaan nasional tersebut tertutup rapat karena terikat regulasi turnamen internasional.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, membeberkan bahwa SUGBK wajib berada dalam kondisi steril total selama tujuh hari sebelum perhelatan resmi FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai.
Mengingat hari pertandingan jatuh pada 19 September, agenda tersebut tepat menabrak hari pertama masa larangan pemakaian arena.
Pernyataan Sekjen PSSI (Yunus Nusi): "Kalau tanggal 19 itu sudah H-7 FIFA ASEAN Cup. Sudah resmi masuk waktu larangan (dipakai) ya. H-7 intinya harus clear dari kepentingan pertandingan."
JIS Terkunci Persiapan Konser Megah The Weeknd
Alternatif kedua untuk memanfaatkan Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara juga menemui jalan buntu.
Arena berkapasitas 82 ribu penonton tersebut tidak dapat dipakai untuk aktivitas sepak bola lantaran memasuki tahap sterilisasi panggung musik berskala internasional.
JIS dijadwalkan menggelar konser akbar penyanyi pop kondang asal Kanada, The Weeknd, pada 26–27 September 2026 mendatang.
Proses pembangunan konstruksi panggung raksasa dan tata suara kelas dunia menuntut penutupan area rumput lapangan jauh-jauh hari sebelum tanggal konser berlangsung.
Ketiadaan stadion representatif yang lolos verifikasi standar keamanan di Jakarta membuat manajemen Macan Kemayoran tak punya opsi selain memboyong partai kandang ke Pulau Dewata.
Kerugian Taktis di Balik Start Mulus Shin Tae-yong
Keputusan terusir dari ibu kota menjadi pukulan tersendiri bagi Persija Jakarta.
Tim Macan Kemayoran sejatinya tengah menikmati momentum emas dan grafik permainan memikat di bawah kendali pelatih kepala kenamaan, Shin Tae-yong.
Dalam dua laga awal Super League 2026/2027, racikan taktik Shin Tae-yong membawa Persija menyapu bersih kemenangan dengan poin sempurna:
-
Pekan 1: Menaklukkan tim tangguh Borneo FC.
-
Pekan 2: Menumbangkan rival abadi, Persib Bandung.
Kehilangan atmosfer magis SUGBK maupun JIS dinilai menjadi kerugian psikologis bagi para pemain, mengingat mereka harus melakoni laga kandang rasa tandang saat berupaya mempertahankan tren kemenangan atas Java United di Gianyar.
Tabel Pemetaan Fakta Pemindahan Laga Persija vs Java United
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai status jadwal, komparasi stadion, alasan penolakan arena di Jakarta, serta catatan performa tim secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
Mengungsinya Persija Jakarta ke Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar menjadi ujian ketahanan mental bagi anak asuh Shin Tae-yong, di mana kepiawaian taktik dan adaptasi cepat di luar kandang akan menentukan apakah Macan Kemayoran mampu menjaga rekor kemenangan sempurna di awal musim.
(did)