SOLOBALAPAN.COM — Panitia penyelenggara pertandingan laga big match Super League 2026/2027 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung memberlakukan aturan ekstra ketat.
Penonton yang ingin menyaksikan duel El Clasico Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu (12/9/2026) pukul 15.30 WIB wajib mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.
Kebijakan penyaringan berbasis identitas kependudukan ini diterapkan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyusupan suporter tim tamu, Bobotoh, guna menghindari potensi gesekan fisik di tribun stadion.
Presiden Direktur I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa penonton yang kedapatan memegang identitas domisili Jawa Barat dipastikan bakal ditolak masuk ke dalam area stadion.
"KTP DKI itu menjadi keharusan. Tetapi kalau KTP-nya Jawa Barat pasti tidak boleh dan dilarang," tegas Ferry Paulus dalam konferensi pers resmi di Jakarta, dilansir dari JawaPos.com, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Ini Dia Wasit yang Akan Pimpin Laga Klasik Persija Jakarta vs Persib Bandung di SUGBK
PSSI Minta Bobotoh Tahan Diri dan Tak Memaksa Datang
Senada dengan pengelola kompetisi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, meminta jajaran pendukung Persib Bandung untuk benar-benar mematuhi regulasi tandang tersebut.
Ia menegaskan larangan hadir tidak hanya berlaku untuk rombongan besar suporter, melainkan juga bagi mereka yang berniat datang secara mandiri maupun mengasnamakan perwakilan komunitas.
"Kita lebih baik menahan diri untuk sementara waktu. Pada pertandingan Sabtu nanti, kita tidak mendatangkan suporter Persib, meskipun hanya perwakilan," ujar Yunus Nusi.
Demi Menjaga Kondusivitas dan Perdamaian
Yunus menambahkan, keputusan ini diambil bukan untuk membatasi ruang gerak suporter, melainkan sebagai fondasi bersama demi membangun iklim sepak bola nasional yang lebih aman dan damai.
"Ini menjadi bagian dari pesan kepada seluruh suporter di tanah air bahwa persatuan, perdamaian, dan persahabatan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung jauh lebih penting ketimbang memaksakan hadir di tribune," pangkasnya.
Sistem penyaringan ketat lewat pemeriksaan kartu identitas ini bakal diterapkan langsung di pintu-pintu ring luar SUGBK menjelang sepak mula pertandingan. (dam)
Editor : Damianus BramSumber : Jawapos