SOLOBALAPAN.COM — Arema FC menunjukkan efektivitas permainan luar biasa kala melibas tim promosi Isenmulang Kalteng FC dengan skor telak 4-0 pada laga pembuka Super League 2026/2027.
Kemenangan meyakinkan ini mengantarkan Skuad Singo Edan menduduki posisi puncak klasemen sementara.
Sorotan utama dari pesta gol di Stadion Kanjuruhan tersebut mengarah pada keberhasilan anak asuh Marcos Santos dalam memaksimalkan situasi bola mati (set piece).
Tak tanggung-tanggung, tiga dari empat gol kemenangan Arema FC lahir lewat skema pergerakan bola mati yang tertata rapi.
Diego Landis membuka kran gol lewat sundulan mematikan memanfaatkan sepak pojok. Gol ketiga yang dicetak Marcos Vinicius juga berawal dari situasi set piece, sebelum akhirnya penyerang anyar Mauro Zijlstra menyempurnakan pesta gol memanfaatkan kemelut bola mati di penghujung laga.
Keberhasilan Singo Edan mengeksekusi variasi bola mati ini mendadak disandingkan dengan gaya permainan klub raksasa Liga Inggris, Arsenal, yang dikenal sangat mematikan lewat skema bola mati.
"Mengenai bola mati, semua tim di dunia saat ini sepak bolanya sangat mirip. Jika memiliki variasi set piece yang berbeda, itu akan sangat membantu. Seperti yang Anda katakan tentang Arsenal, kami tidak baru memulai ini sekarang," terang pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, Senin (7/9/2026).
Marcos menjelaskan bahwa efektivitas set piece Arema FC bukan keberuntungan instan, melainkan hasil dari porsi latihan rutin yang memperhitungkan postur dan pergerakan pemain.
"Musim lalu kami menciptakan banyak peluang, namun mungkin tidak berbuah gol. Kami melatih berbagai situasi di setiap sesi latihan, memikirkan lawan, pemain tinggi, pemain kecil, umpan pendek atau jauh. Pekerjaan ini sudah dimulai sejak musim lalu dan kami senang hari ini membuahkan hasil," imbuhnya.
Debut Manis Mauro Zijlstra dan Marcos Vinicius
Kemenangan telak di laga perdana ini turut menjadi panggung pembuktian bagi dua rekrutan anyar, Mauro Zijlstra dan Marcos Vinicius. Kedua legiun anyar tersebut sukses mencatatkan nama di papan skor pada laga debutnya.
Mauro Zijlstra bahkan menunjukkan kelasnya sebagai penyerang tajam dengan mencetak gol hanya beberapa menit setelah dimasukkan sebagai pemain pengganti.
"Ini menunjukkan bahwa kami tepat dalam memilih pemain untuk musim ini. Namun, kami harus tetap rendah hati, ini baru pertandingan pertama," pangkas Marcos Santos.
"Mengenai bola mati, Mauro sangat berpengalaman di Persija dan tim nasional. Penting bagi dia untuk mencetak gol demi kepercayaan dirinya dan tim. Dia belum 100 persen secara fisik, tapi kontribusinya sangat membantu," tandasnya.
Usai memuncaki klasemen di pekan pertama, Arema FC kini langsung mengalihkan fokus untuk melakoni laga tandang berat melawan PSM Makassar pada pekan kedua Super League, Minggu (13/9/2026) mendatang. (dam)
Editor : Damianus Bram