SOLOBALAPAN, JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, akhirnya buka suara menanggapi derasnya isu pemecatan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, pascaperforma mengecewakan di ajang ASEAN Championship (Piala AFF) 2026 pada Jumat (28/8/2026).
Spekulasi mengenai masa depan juru taktik asal Inggris berkaliber Piala Dunia tersebut mencuat tajam di kalangan suporter, kendati dirinya baru menukangi skuad Garuda sejak 3 Januari 2026 lalu.
Menanggapi desakan publik yang dinilai terlalu dini (prematur), PSSI menegaskan bahwa wewenang evaluasi kontrak pelatih sepenuhnya berada di ranah Komite Eksekutif (Exco) dan telah dibicarakan langsung bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir, seraya mengalihkan fokus persiapan untuk menyabet gelar juara di ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.
Ranah Wewenang Komite Eksekutif dan Komunikasi Erick Thohir
Yunus Nusi menegaskan bahwa penentuan nasib maupun evaluasi jabatan pelatih kepala bukanlah domain kesekjenan, melainkan hak prerogatif jajaran Exco PSSI bersama Ketua Umum.
Menurutnya, Erick Thohir telah menjalin komunikasi intensif dengan John Herdman guna melakukan pembenahan menyeluruh menyusul hasil di turnamen sub-regional sebelumnya.
Baca Juga: Bek Bertinggi 190 Cm Berdarah Indonesia Resmi Merapat ke Swansea City, Ini Sosok Jenson Seelt
PSSI meminta seluruh pihak memberikan ruang kerja bagi pelatih untuk mempersiapkan tim secara optimal, terutama menjelang turnamen resmi FIFA yang mempertaruhkan gengsi sepak bola nasional di kandang sendiri.
Pernyataan Resmi Sekjen PSSI (Yunus Nusi): "Itu urusan Executive Committee (Exco). Saya tidak wilayah saya di sana. Ketua Umum sudah komunikasi dengan pelatih dan tentu pelatih akan lebih lagi ke depan. Khususnya mengenai FIFA ASEAN Cup, untuk mempersiapkan timnya sebaik mungkin."
Patok Target Juara FIFA ASEAN Cup 2026 dan Amunisi Skuad Abroad
Menatap agenda terdekat, PSSI secara terbuka mematok target tinggi yakni merengkuh gelar kampiun pada turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan bergulir pada 24 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dengan menyiapkan dua arena utama, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta serta Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung.
Di turnamen ini, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama rival klasik Malaysia, Singapura, serta Bangladesh (yang masuk menggantikan India). Sementara itu, Grup B dihuni oleh persaingan antara Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Target juara dinilai sangat realistis mengingat turnamen ini masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga Timnas Indonesia dapat memanggil kekuatan penuh termasuk deretan pilar kunci yang berkarier di kompetisi elite Eropa (abroad).
Ekspektasi Prestasi Timnas Indonesia: "Kita berharap di dalam FIFA ASEAN ini Timnas Indonesia akan memberikan yang terbaik untuk sepak bola kita. Kita berharap juara lah. Kapan kita melihat bahwa hampir semua pemain-pemain ini bisa ikut, tentu kita berharap anak-anak ini dapat berprestasi."
Tabel Pemetaan Fakta Isu Pelatih John Herdman & Target FIFA ASEAN Cup 2026
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai status kepelatihan, dinamika evaluasi federasi, serta rincian kesiapan turnamen secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
Kini, pembuktian taktik dan kapasitas kepemimpinan John Herdman akan diuji secara nyata di hadapan publik sendiri demi membawa Timnas Indonesia meraih trofi juara pada ajang resmi FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang.
(did)