SOLOBALAPAN.COM – Nasib apes masih terus menggelayuti PSBS Biak usai terdegradasi dari panggung Super League musim lalu.
Tim berjuluk Badai Pasifik tersebut kini terancam mengarungi kompetisi Championship 2026/2027 dengan sanksi pengurangan poin awal.
General Manager I.League, Budiman Dalimunthe, mengungkapkan bahwa hukuman tersebut membayangi PSBS Biak akibat ketidakmampuan klub dalam memenuhi lima aspek regulasi club licensing yang diterapkan PSSI, salah satunya terkait kepastian markas (homebase) di wilayah domisili asal mereka, Biak, Papua.
"Sebelumnya kan sudah di-sounding ada beberapa klub yang memang tidak memenuhi lima aspek club licensing, akan ada pengurangan poin," terang Budiman Dalimunthe di Jakarta, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (25/8/2026).
"PSBS Biak sejak Super League musim lalu sudah tidak bertanding di home-nya. Nah untuk musim ini kalau klub tidak bisa menyediakan home di domisili, maka akan berangkat di kompetisi dengan poin minus satu," tambahnya.
Baca Juga: Tembus Triliunan Rupiah! Ini 5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Eropa Musim 2026/2027
Perbedaan Kasus PSBS Biak dan Persipura Jayapura
Budiman menegaskan bahwa skenario sanksi minus satu poin yang membayangi PSBS Biak berbeda mendasar dengan situasi yang dihadapi oleh Persipura Jayapura.
Persipura Jayapura: Menjalani laga musafir ke Jawa Timur murni akibat sanksi disiplin dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI buntut kericuhan penonton pada laga play-off promosi musim lalu, bukan karena masalah kelaikan fasilitas stadion.
PSBS Biak: Dikenai penalti poin secara regulasi lisensi klub lantaran gagal menyediakan fasilitas stadion di area domisilinya sendiri.
Tunggakan Gaji dan Ancaman Sanksi Bertingkat dari FIFA
Situasi PSBS Biak kian terdesak lantaran mereka dilaporkan belum memenuhi empat dari lima aspek kelayakan lisensi.
Aspek krusial yang paling disorot adalah ketahanan finansial, termasuk pemenuhan setoran modal deposit kompetisi.
Tak hanya itu, PSBS Biak saat ini masih terjerat status banned dari FIFA akibat belum melunasi tunggakan gaji pemain serta ofisial dari musim sebelumnya.
Jika persoalan tunggakan ini tak kunjung diselesaikan melalui konsultasi NDRC dan APPI, ancaman pengurangan poin tambahan di kompetisi Championship dipastikan bakal makin memberatkan langkah Badai Pasifik. (dam)
Editor : Damianus Bram