SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo terus mematangkan komposisi dan kedalaman tim menjelang bergulirnya kompetisi Championship 2026/2027.
Kemenangan 3-0 atas Persekabpas Pasuruan dalam laga uji coba di Stadion Kebogiro, Boyolali, Minggu (23/8/2026), menjadi panggung eksperimen bagi tim pelatih untuk menguji berbagai alternatif strategi.
Seluruh gol Laskar Sambernyawa tercipta pada paruh kedua pertandingan. Tiga pemain, yakni Saldi Amiruddin, Henry Doumbia, dan Terens Puhiri, bergantian mencatatkan namanya di papan skor usai masuk sebagai pemain pengganti.
Kendati mengamankan kemenangan telak, Pelatih Kepala Persis Solo, Ricky Nelson, menegaskan bahwa hasil akhir bukanlah satu-satunya parameter fokus tim saat ini.
“Kita sedang mencoba opsi yang berbeda melawan Persekabpas, berbeda juga melawan Java United. Hal ini dicoba karena kita harus mempunyai beberapa opsi yang lain karena kompetisi tiap lawan berbeda. Itu yang memang kita siapkan,” jelas Ricky, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Persis Solo Tambah Amunisi Tengah! Eks Gelandang Arema FC Samuel Balinsa Resmi Merapat, Usung Misi P
Evaluasi Lini Pertandingan dan Kedalaman Skuad
Proses rotasi yang diterapkan tim pelatih sekaligus menjadi sarana evaluasi kedalaman skuad. Pada babak pertama, performa Persis dinilai belum tampil dalam intensitas terbaiknya.
Permainan Laskar Sambernyawa baru mengalami lonjakan signifikan setelah beberapa pergantian pemain dilakukan di babak kedua.
“Pertandingan berjalan dengan baik walaupun belum maksimal di awal-awal. Di babak kedua, saya mencoba dengan melakukan pergantian dan permainan lebih baik,” ujar Ricky.
Kemampuan para pemain pengganti dalam memberi dampak langsung di lapangan menjadi poin positif. Respons cepat tersebut sangat krusial mengingat Persis akan menghadapi musim kompetisi yang panjang dan padat.
Pekerjaan Rumah: Mempertebal Chemistry Antarpemain
Banyaknya alternatif skema permainan yang diuji coba berimplikasi pada kebutuhan adaptasi antarpemain.
Mengingat Persis dihuni oleh sejumlah pilar baru musim ini, tingkat pemahaman serta interaksi di lapangan masih perlu diasah secara berkelanjutan.
Ricky menilai para pemainnya sudah memahami konsep dasar taktik yang diinginkan. Namun, eksekusi di lapangan membutuhkan tingkat kekompakan (chemistry) yang lebih erat.
“Ke depan kita akan menambah chemistry lagi. Sebenarnya anak-anak sudah mengerti apa yang kita mau, tinggal menambah ketebalan mereka saling mengerti satu sama lain,” tegasnya.
Penyelesaian pekerjaan rumah terkait chemistry ini menjadi kunci utama sebelum kick-off kompetisi resmi dimulai.
Kemenangan 3-0 atas Persekabpas menjadi modal moral yang berharga, namun pematangan variasi taktik dan keterpaduan tim tetap menjadi prioritas utama Laskar Sambernyawa. (jalu/dam)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan