Absence Seizures Itu Apa? Jamal Musiala Divonis Gangguan Neurologis, Dua Kali Tumbang di Lapangan

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:31 WIB
Jamal Musiala sempat pingsan dan terlihat limbung saat Bayern Munchen mengalahkan RB Leipzig 3-1. Pemain asal Jerman itu kemudian dipastikan baik-baik saja setelah mendapat penanganan medis. (Instagram/@tefzon_fantasy)
Jamal Musiala sempat pingsan dan terlihat limbung saat Bayern Munchen mengalahkan RB Leipzig 3-1. Pemain asal Jerman itu kemudian dipastikan baik-baik saja setelah mendapat penanganan medis. (Instagram/@tefzon_fantasy)

SOLOBALAPAN, MUNICH — Gelandang serang andalan Bayern Munich dan Timnas Jerman, Jamal Musiala, akhirnya buka suara memberikan klarifikasi terbuka mengenai kondisi kesehatannya usai sempat dua kali kolaps di atas lapangan dalam rentang waktu empat hari.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya, pemain berusia 23 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengidap absence seizures, yakni gangguan neurologis berupa kejang singkat sesaat yang membuat penderitanya kehilangan kesadaran hingga tampak seperti melamun.

Kendati insiden tersebut sempat memicu kepanikan luas, Musiala menegaskan bahwa kondisinya telah ditangani secara intensif oleh tim dokter spesialis dan ia telah mengantongi izin medis dari neurolog untuk terus berkarier di sepak bola profesional.

Baca Juga: Profil David Jonathans, Pemain Bayern Munchen Keturunan Indonesia, Mungkinkah Bisa Dipanggil Shin Tae-yong?

Kronologi Dua Kali Kolaps di Lapangan dalam Empat Hari

Kekhawatiran publik terhadap kondisi fisik Musiala bermula saat Bayern Munich melakoni laga persahabatan pramusim kontra RB Leipzig pada Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan laporan kantor berita Jerman DPA, Musiala sempat terjatuh dan linglung sebelum akhirnya mampu berjalan keluar lapangan sendiri.

Insiden serupa kembali terulang ketika Musiala turun sebagai pemain pengganti dalam laga uji coba melawan Heidenheim pada Selasa (18/8/2026).

Tak lama setelah menginjakkan kaki di lapangan pada babak kedua, ia mendadak tumbang. Momen dramatis sempat terjadi ketika para pemain dari kedua tim spontan membuat lingkaran pelindung di sekitar Musiala guna memberikan privasi saat tim medis memberikan pertolongan darurat.

Penjelasan Medis Musiala dan Konfirmasi Manajemen Bayern

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan mendalam, Musiala secara terbuka menenangkan para penggemar dan menjelaskan bahwa kondisi neurologis tersebut kini menjadi bagian dari dinamika hidupnya yang dapat dikontrol secara medis.

Pernyataan Resmi Jamal Musiala: "Saya memahami bahwa banyak dari kalian merasa khawatir... Saya didiagnosis mengalami absence atau kejang singkat yang muncul sementara, tetapi dapat ditangani dengan baik, yang disebabkan oleh gangguan neurologis. Saya tahu kondisi ini mungkin mengkhawatirkan saat pertama kali melihat, tetapi bagi saya, saat ini hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari...

Yang terpenting, tidak ada risiko kesehatan lebih lanjut. Dengan izin medis dari para neurolog, saya ingin terus melakukan apa yang paling membantu pemulihan saya, menjalani hidup dan mengejar passion saya untuk bermain sepak bola."

Direktur Olahraga Bayern Munich, Max Eberl, turut menegaskan bahwa manajemen klub telah mengetahui rekam medis sang pemain sejak awal dan terus memantau perkembangannya bersama tim dokter.

Tanggapan Max Eberl: "Kami sudah mengetahuinya dan menyadari situasinya," ujar Eberl singkat kepada ESPN.

Riwayat Pemulihan Panjang dan Keraguan Jelang Piala Super Jerman

Ujian kesehatan ini datang setelah Musiala melewati masa rehabilitasi panjang akibat cedera patah kaki kiri saat membela Bayern kontra Paris Saint-Germain di ajang Piala Dunia Antarklub 2025.

Musiala sempat pulih pada awal 2026 dan menjadi pilar Jerman di Piala Dunia 2026 sebelum langkah Die Mannschaft terhenti di babak 32 besar oleh Paraguay.

Kini, fokus tim medis tertuju pada kesiapan fisik Musiala menjelang partai bergengsi final Piala Super Jerman (DFL-Supercup) antara Bayern Munich melawan Borussia Dortmund pada Minggu (23/8/2026), di mana keterlibatan sang gelandang masih akan dipantau hingga menit-menit akhir.

Tabel Pemetaan Kondisi Medis & Kronologi Jamal Musiala

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian diagnosis, kronologi insiden di lapangan, serta status izin bertanding Musiala secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Medis
Nama Pemain Jamal Musiala (23 Tahun)
Klub / Posisi Bayern Munich / Gelandang Serang
Diagnosis Medis Absence Seizures (Kejang singkat akibat gangguan neurologis)
Insiden Kolaps 1 Laga uji coba vs RB Leipzig (Sabtu, 15 Agustus 2026)
Insiden Kolaps 2 Laga uji coba vs FC Heidenheim (Selasa, 18 Agustus 2026)
Rekomendasi Dokter Dinyatakan aman dan diizinkan bermain oleh dokter neurologi
Sikap Manajemen Max Eberl tegaskan klub memantau penuh kondisi sang pemain
Riwayat Cedera Lalu Patah kaki kiri vs PSG (Piala Dunia Antarklub 2025)
Agenda Terdekat Final Piala Super Jerman vs Borussia Dortmund (23 Agustus 2026)

Komitmen dan transparansi yang ditunjukkan Musiala membuktikan keteguhan mental sang bintang muda dalam menghadapi tantangan medis demi terus memberikan performa terbaik bagi klub dan negaranya.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Absence Seizures Jamal Musiala