SOLOBALAPAN.COM – Gelombang kekecewaan publik atas tersingkirnya Tim Nasional Indonesia di fase grup Piala AFF 2026 berbuntut pada meluapnya nostalgia suporter.
Di media sosial, warganet ramai-ramai mendesak federasi agar membawa kembali Shin Tae-yong (STY) untuk menukangi Skuad Garuda.
Merespons riuhnya desakan tersebut, Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa pelatih asal Korea Selatan itu saat ini terikat kontrak profesional secara penuh bersama tim Macan Kemayoran hingga tahun 2029.
"Saya belum tahu soal itu. Balik lagi, kita kan sudah berkontrak secara profesional ya, sesuai aturan main yang berlaku," ujar Mohamad Prapanca saat ditemui awak media, dilansir dari JawaPos.com, Selasa (11/8/2026).
Prapanca mengaku enggan berspekulasi lebih jauh mengenai wacana comeback STY ke kursi kepelatihan nasional. Menurutnya, urusan masa depan pelatih timnas merupakan ranah internal PSSI selaku federasi.
"Nanti bagaimana-bagimana belum ada pembicaraan dengan kami. Itu kan dari pihak federasi juga pasti akan melakukan evaluasi ulang dengan pihak timnas. Saya belum tahu dan tidak bisa bicara banyak," imbuhnya.
Baca Juga: Buntut Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026! PSSI Minta Suporter Tak Hujat Skuad Garuda
Buntut Kegagalan Skuad Mewah John Herdman
Seruan suporter agar STY kembali membesut Timnas Indonesia dipicu oleh performa minor Skuad Garuda di bawah asuhan John Herdman pada Piala AFF 2026.
Meskipun diperkuat oleh 11 pemain naturalisasi yang mayoritas merumput di Super League, Indonesia hanya mampu finis di posisi ketiga klasemen akhir Grup A dengan koleksi 7 poin, sehingga gagal menembus babak semifinal.
Kondisi tersebut membuat pencinta sepak bola Tanah Air membandingkan pencapaian Herdman dengan era kepemimpinan Shin Tae-yong.
Selama menukangi Timnas Indonesia, STY dinilai sukses mendongkrak level permainan dan mencatatkan sejarah baru, termasuk membawa Garuda menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia.
Adapun di ajang Piala AFF, STY mencatatkan rekor runner-up pada edisi 2020, semifinalis pada 2022, dan gugur di babak grup pada edisi 2024 saat mengandalkan materi pemain muda—momen yang berujung pada pemutusan kerjanya oleh PSSI sebelum akhirnya dipinang Persija Jakarta. (dam)
Editor : Damianus Bram