SOLOBALAPAN, JAKARTA — Langkah Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026 resmi terhenti di fase grup usai gagal tampil konsisten saat menghadapi tim-tim papan atas Asia Tenggara.
Pasukan John Herdman mencatatkan kontras performa yang mencolok, yakni tampil sangat perkasa melawan tim semenjana namun mendadak kesulitan saat bersua rival kuat seperti Vietnam dan Singapura.
Tajam Lawan Tim Lemah, Tumpul Hadapi Rival Utama
Garuda sebenarnya mengawali kampanye Grup A dengan hasil meyakinkan lewat kemenangan telak 5-1 atas Kamboja dan berpesta gol 3-0 saat bersua Timor Leste.
Dari total 9 gol yang dicetak Indonesia sepanjang fase grup, 8 di antaranya lahir dari dua laga pembuka tersebut.
Namun, produktivitas tersebut langsung merosot drastis saat menghadapi lawan dengan organisasi permainan yang lebih matang.
Baca Juga: Rekam Jejak 30 Tahun Timnas Indonesia di Piala AFF, 11 Pelatih, 6 Gelar Runner-up, Juaranya Kapan?
Indonesia dipaksa menyerah 0-3 oleh Vietnam di kandang sendiri, sebelum akhirnya ditahan imbang 1-1 oleh Singapura pada laga hidup-mati penentu kelolosan.
Blunder Komunikasi dan Pekerjaan Rumah John Herdman
Pada laga krusial kontra Singapura, Indonesia sempat berada di atas angin setelah Ragnar Oratmangoen memecah kebuntuan pada awal babak kedua.
Sayangnya, keunggulan tersebut sirna akibat kesalahan komunikasi di lini belakang antara Rizky Ridho dan kiper Cahya Supriadi yang memberi celah bagi Ilhan Fandi untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Catatan Evaluasi: Kegagalan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih John Herdman untuk menggembleng efektivitas serangan dan ketahanan mental Skuad Garuda saat berada di bawah tekanan tim berpengalaman seperti Vietnam (3 kali juara) dan Singapura (4 kali juara).
Tabel Pemetaan Performa Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian hasil pertandingan, jumlah gol, serta catatan evaluasi tiap laga secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
Piala AFF 2026 menjadi pengingat berharga bagi tim pelatih bahwa kemenangan besar atas tim di bawah level belum cukup jika tidak diimbangi konsistensi taktik serta kedewasaan bermain saat melakoni laga krusial.
(did)