Piala AFF Bukan Tolok Ukur Utama! Pengamat Sepak Bola Anton Sanjoyo Minta Publik Fokus Dukung Garuda Tatap Piala Asia 2027

Damianus Bram • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:12 WIB
Timnas Indonesia wajib mengalahkan Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF U-23 2026 untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. (Dok Rizki Ridho)
Skuad Timnas Indonesia saat berkecimpung di Piala AFF U-23 2026. (Dok Rizki Ridho)

 

SOLOBALAPAN.COM – Kegagalan Tim Nasional Indonesia melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026 menjadi tamparan keras sekaligus ujian penting dalam proses pembentukan skuad menuju panggung utama yang lebih besar, yakni Piala Asia 2027.

Pandangan tersebut disampaikan oleh pengamat sepak bola nasional, Anton Sanjoyo, merespons hasil imbang 1-1 antara Indonesia kontra Singapura pada laga pamungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

Menurut Anton, kegagalan menembus pertahanan Singapura menunjukkan bahwa kedalaman skuad pelapis Indonesia saat ini belum cukup tangguh, bahkan untuk bersaing di level Asia Tenggara.

Kendati demikian, ia meminta publik dan suporter menyikapi hasil minor tersebut secara lebih rasional dan berjarak.

"Sejak John Herdman menangani tim pada Januari 2026, saya selalu menekankan bahwa tolok ukur utama adalah Piala Asia, bukan Piala AFF," ujar Anton Sanjoyo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Anton mengingatkan bahwa peta persaingan di level elite Asia memiliki standar yang jauh berbeda dibanding panggung AFF. Untuk bisa mengimbangi tim-tim raksasa seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Australia di Piala Asia 2027,

Skuad Garuda membutuhkan peningkatan kualitas teknik dan efektivitas strategi yang melampaui standar regional.

Baca Juga: Rekam Jejak 30 Tahun Timnas Indonesia di Piala AFF, 11 Pelatih, 6 Gelar Runner-up, Juaranya Kapan?

Rekomendasi Krusial Pengamat untuk PSSI dan John Herdman

Guna membenahi kinerja Skuad Garuda sebelum bergulirnya Piala Asia 2027, mantan jurnalis peliput sepak bola itu melayangkan sejumlah poin evaluasi krusial:

PSSI Dilarang Memecat John Herdman

Anton secara tegas mendesak federasi untuk tidak mengambil langkah reaktif dengan memecat pelatih asal Inggris tersebut.

"Proses itu masih berjalan, dan pergantian pelatih hanya akan merusak fondasi tim yang sedang dibangun," tegasnya.

Evaluasi Ulang Skema 3-4-3

Herdman diminta lebih realistis dan bekerja ekstra keras dalam meracik taktik yang paling presisi dengan ketersediaan material pemain.

Skema seperti 3-4-3 dinilai perlu dievaluasi ulang apabila kualitas bek tengah yang ada tidak memenuhi syarat ideal.

Tingkatkan Komunikasi dengan Pelatih Klub Lokal

Herdman diwajibkan mempererat komunikasi dan kolaborasi dengan para pelatih klub di ajang Super League maupun Divisi Satu.

Sebab, juru taktik di kompetisi domestik merupakan sumber informasi terbaik mengenai perkembangan karakter dan performa pemain lokal.

Anton menegaskan, tenggat waktu menuju pentas Asia kian mepet sehingga tim kepelatihan tidak boleh bersantai.

"Herdman dibayar mahal oleh PSSI untuk membawa timnas bersaing di level elite Asia. Waktu menuju Piala Asia semakin sempit. Sekarang saatnya bagi Herdman untuk membuktikan kapasitasnya dalam meramu strategi dan memaksimalkan seluruh potensi pemain Indonesia," pungkas Anton. (dam)

Editor : Damianus Bram
John Herdman timnas indonesia piala aff 2026 piala asia 2027