Ini Dia Ulasan Kontroversi Wasit Khalfan Al-Amouri di Laga Singapura vs Indonesia pada Piala AFF 2026, Skuad Garuda Gagal ke Semifinal

Damianus Bram • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:43 WIB
Instagram Song Ui-young diserbu oknum suporter setelah kartu merahnya dibatalkan VAR dalam laga Singapura vs Timnas Indonesia. (Instagram/@fasingapore)
Instagram Song Ui-young diserbu oknum suporter setelah kartu merahnya dibatalkan VAR dalam laga Singapura vs Timnas Indonesia. (Instagram/@fasingapore)

 

SOLOBALAPAN.COM – Kegagalan Tim Nasional Indonesia melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026 usai ditahan imbang Singapura 1-1 di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam, berbuntut panjang.

Selain performa lapangan, perhatian publik sepak bola Tanah Air tertuju pada kepemimpinan wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al Amouri.

Pengadil lapangan tersebut memicu gelombang protes, menyisakan tiga insiden krusial yang dinilai merugikan Skuad Garuda.

Kendati demikian, salah satu keputusan kontroversialnya justru melibatkan implementasi protokol Video Assistant Referee (VAR) terbaru yang  kurang dipahami publik.

Baca Juga: Dihuni 11 Pemain Naturalisasi Tapi Gagal Lolos Semifinal! Erick Thohir Buka Suara Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Deret 3 Momen Kontroversial Khalfan Al-Amouri

1. Klaim Penalti Mitchell Baker yang Diabaikan (Menit 20)

Aksi penetrasi penyerang Indonesia, Mitchell Baker, dihentikan secara keras di dalam kotak penalti Singapura saat skor masih imbang 0-0.

Meski tayangan ulang memperlihatkan adanya kontak fisik yang jelas, Khalfan Al-Amouri tidak menunjuk titik putih, dan VAR yang dipimpin wasit asal Thailand, Pansa Chaisanit, tidak melakukan intervensi.

2. Pembatalan Kartu Merah Song Ui-young

Pertengkaran tanpa bola terjadi antara Song Ui-young dan Ivar Jenner. Wasit awalnya menganugerahi kartu kuning keduanya (berujung kartu merah) kepada Song setelah sang pemain menyikut perut Jenner.

Namun, usai dipanggil meninjau monitor VAR di pinggir lapangan, Khalfan membatalkan kartu kuning kedua tersebut sehingga Song batal diusir keluar lapangan.

3. Pembiaran Pelanggaran Keras Pemain Singapura

Sepanjang 90 menit pertandingan, sejumlah tekel keras dan pelanggaran taktis pemain Singapura berulang kali luput dari hukuman kartu sang pengadil lapangan.

Baca Juga: Langkah Timnas Indonesia Terhenti di Fase Grup Piala AFF 2026

Duduk Perkara Aturan VAR: Penjelasan Protokol Baru IFAB

Terkait insiden pembatalan kartu merah Song Ui-young, tindakan wasit secara teknis regulasi tidak melanggar aturan.

Berdasarkan Laws of the Game edisi terbaru dari International Football Association Board (IFAB), terdapat pembaruan protokol di mana kartu merah yang bersumber dari kesalahan pemberian kartu kuning kedua kini resmi diizinkan untuk ditinjau ulang via VAR.

Dengan demikian, yang menjadi celah perdebatan publik bukanlah kewenangan wasit mengecek VAR, melainkan murni subjektivitas penilaian Khalfan Al-Amouri dalam menginterpretasikan derajat pelanggaran Song Ui-young di lapangan.

Sementara itu, untuk insiden penalti Mitchell Baker, tidak adanya intervensi dari ruang VAR mengindikasikan bahwa tim VAR menilai keputusan wasit di lapangan belum memenuhi ambang batas "kesalahan yang jelas dan nyata" (clear and obvious error).

Sorotan Rekam Jejak Perangkat Pertandingan

Profil Khalfan Al-Amouri tak luput dari penelusuran suporter. Berdasarkan rekam jejaknya, nama wasit asal Oman tersebut belum masuk dalam daftar pengadil divisi utama di tingkat kompetisi elit FIFA maupun AFC, melainkan lebih kerap bertugas sebagai asisten wasit di turnamen regional.

Ulasan Pertandingan: Celah Internal Tetap Jadi Evaluasi

Terlepas dari kepemimpinan wasit yang disorot, Indonesia sebenarnya sempat unggul lebih dulu pada menit ke-47 melalui sepakan Ragnar Oratmangoen memanfaatkan assist Dony Tri Pamungkas.

Namun, kemenangan yang di depan mata buyar pada menit ke-66 setelah Ilhan Fandi mencetak gol penyeimbang akibat miskomunikasi dan kesalahan koordinasi di lini pertahanan antara kiper Cahya Supriadi dan bek Rizky Ridho.

Indonesia juga membuang peluang emas pada menit ke-78 ketika penyelesaian akhir Rizky Eka Pratama dalam posisi one-on-one justru menyamping tipis di sisi gawang.

Hasil imbang 1-1 mengunci posisi Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir Grup A dengan koleksi 7 poin (serta selisih gol), sekaligus mencatatkan kegagalan keenam Skuad Garuda di fase grup sepanjang sejarah Piala AFF (2007, 2012, 2014, 2018, 2024, dan 2026). (dam)

Editor : Damianus Bram
Wasit Khalfan Al-Amouri singapura timnas indonesia piala aff 2026 skuad garuda