SURABAYA, SOLOBALAPAN.COM – Teka-teki mengenai klub baru yang bermarkas di Surabaya akhirnya terjawab. Red FC, klub hasil transformasi Dejan FC yang sebelumnya bermarkas di Depok, Jawa Barat, resmi menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih kepala.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari langkah besar Red FC membangun klub yang berakar kuat di Jawa Timur. Manajemen tidak sekadar melakukan perubahan nama dan identitas, tetapi ingin menciptakan klub yang tumbuh bersama masyarakat serta menjadi bagian dari ekosistem sepak bola Surabaya.
CEO Red FC, Daniel Rohi, mengatakan transformasi Dejan FC menjadi Red FC merupakan langkah strategis untuk membangun klub dengan visi jangka panjang.
“Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama. Ini adalah awal dari sebuah visi baru. Kami ingin membangun klub yang tumbuh bersama masyarakat Jawa Timur, menjadi bagian dari ekosistem sepak bola Surabaya, serta memberikan kontribusi nyata melalui pembinaan pemain muda,” ujar Daniel.
Pilih Surabaya sebagai Rumah Baru
Daniel menjelaskan, Surabaya dipilih sebagai basis Red FC karena memiliki sejarah panjang dan budaya sepak bola yang sangat kuat.
Kota Pahlawan dikenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi sepak bola yang hidup. Selain memiliki basis suporter besar, Surabaya juga memiliki banyak pemain potensial, kompetisi usia muda, serta sekolah sepak bola yang terus berkembang.
“Surabaya memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kota ini memiliki tradisi yang kuat, ekosistem pembinaan yang hidup, dan masyarakat yang mencintai sepak bola dengan sepenuh hati,” katanya.
Baca Juga: Outfit Cortis Ramai Digemari, Apa yang Membuat Gayanya Ikonik?
Menurut Daniel, Red FC hadir bukan untuk menggantikan klub-klub yang sudah lebih dahulu menjadi bagian dari sepak bola Surabaya. Sebaliknya, klub tersebut ingin memperkuat ekosistem yang telah ada.
“Kami melihat potensi besar tersebut dan ingin ikut menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola Surabaya,” ujarnya.
Red FC bahkan menggandeng Universitas Adi Buana Surabaya. Daniel menyebut kerja sama tersebut bukan untuk menggeser keberadaan klub-klub yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya, melainkan memperkuat ekosistem sepak bola yang sudah ada.
Aji Santoso Dipercaya Tangani Proyek Red FC
Untuk merealisasikan visi tersebut, Red FC mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Aji Santoso.
Pengalaman Aji di sepak bola Indonesia menjadi salah satu pertimbangan penting. Manajemen berharap mantan pelatih Persebaya Surabaya itu mampu membangun tim sekaligus mengembangkan pemain-pemain muda potensial.
Baca Juga: Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memuncak, Kuasa Hukum Sebut Pihak Mantan Istri Salah Langkah
“Kami datang dengan penuh rasa hormat. Kami percaya kemajuan sepak bola bisa dicapai oleh satu klub saja. Semakin banyak klub yang berkomitmen terhadap pembinaan pemain muda, semakin besar peluang lahirnya pemain-pemain berkualitas bagi Jawa Timur dan Indonesia,” kata Daniel.
Bergabungnya Aji juga diharapkan memperkuat komitmen Red FC terhadap pengembangan pemain muda.
Menurut Daniel, pengalaman Aji dalam membina pemain serta pemahamannya terhadap karakter sepak bola Jawa Timur menjadi modal penting bagi klub.
“Kami merasa sangat beruntung dapat bekerja sama dengan Pelatih Aji Santoso. Filosofi beliau dalam membina pemain muda sangat sejalan dengan arah pembangunan Red FC,” ujarnya.
Stadion Gelora 10 November Jadi Kandang
Dalam membangun identitas baru, Red FC juga memilih Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, sebagai salah satu bagian penting dari rencana klub.
Baca Juga: John Herdman Siapkan Mental dan Taktik Timnas Indonesia, Wajib Menang Lawan Singapura
Stadion yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Surabaya tersebut diproyeksikan menjadi markas Red FC.
Pemilihan Gelora 10 November bukan sekadar persoalan fasilitas pertandingan. Stadion tersebut memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat Surabaya.
Red FC ingin menjadikan keberadaan klub lebih dekat dengan masyarakat Jawa Timur dan membangun identitas sebagai klub yang tumbuh dari daerah.
Fokus Pembinaan Pemain Muda
Salah satu fokus utama Red FC adalah pembinaan pemain muda. Klub ingin memberikan kesempatan kepada talenta-talenta dari Surabaya, Jawa Timur, maupun daerah lain untuk berkembang menuju level profesional.
Baca Juga: "Ganti dengan Kimpul", Tren Candaan yang Viral di Media Sosial
Daniel menegaskan, pembangunan klub tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetitif dalam jangka pendek.
“Klub ingin menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Surabaya, Jawa Timur, maupun daerah lain untuk berkembang menuju level profesional,” katanya.
Karena itu, Red FC ingin membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan sehingga nantinya mampu menghasilkan pemain yang tidak hanya memperkuat klub, tetapi juga berpeluang menjadi bagian dari tim nasional Indonesia.
“Kami ingin klub bukan hanya kompetitif, tetapi juga menjadi tempat lahirnya pemain-pemain masa depan Indonesia,” tegas Daniel.
Ingin Tumbuh Bersama Masyarakat Surabaya
Daniel juga menegaskan Red FC tetap menghormati sejarah dan perjalanan Dejan FC. Transformasi tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan identitas baru yang lebih dekat dengan masyarakat Jawa Timur.
“Kami ingin bukan hanya karena nama klub, tetapi karena kontribusinya. Kami berharap Red FC dapat tumbuh bersama masyarakat Surabaya, menjadi bagian dari perkembangan sepak bola Jawa Timur, dan turut melahirkan generasi baru pemain Indonesia yang berprestasi,” tutup mantan Sekretaris Umum PSSI Jawa Timur itu.
Dengan visi tersebut, Red FC kini memiliki tantangan besar untuk membuktikan diri. Kehadiran Aji Santoso di kursi pelatih diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun klub yang tidak hanya mengejar hasil di lapangan, tetapi juga memiliki fondasi pembinaan pemain muda yang kuat. (an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com