SOLOBALAPAN.COM – Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai potensi bayaran fantastis yang bisa diterimanya jika rencana pembentukan perusahaan komersial baru FIFA terealisasi.
Rencana tersebut dikenal dengan nama FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang dirancang untuk mengelola sisi komersial dan operasional berbagai turnamen FIFA.
Namun, perkembangan terbaru mengubah situasi. FIFA akhirnya menarik proposal tersebut setelah mendapat penolakan keras dari sejumlah pihak dalam sepak bola dunia.
Baca Juga: Kawasan Bisnis Dipantau Ketat, Polri Minta Masyarakat Tak Terpancing Isu Keresahan
Sempat Muncul Isu Bayaran USD64 Juta
Sebelum rencana FFE ditarik, laporan mengenai kemungkinan posisi Infantino di perusahaan tersebut turut menjadi perhatian.
Salah satu laporan menyebut Infantino berpotensi menjadi pimpinan atau komisaris FFE setelah masa jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir. Besaran bayaran yang disebut-sebut bahkan berada di kisaran USD64 juta per tahun, atau sekitar Rp1 triliun lebih, dengan angka tersebut dibandingkan dengan penghasilan Komisioner NFL Roger Goodell.
Namun, angka tersebut bukan gaji resmi Infantino. FIFA juga membantah bahwa posisi Infantino sebagai pemimpin FFE telah diputuskan.
FIFA menyatakan bahwa pembentukan perusahaan tersebut membutuhkan persetujuan asosiasi anggota dan FIFA Council.
Sebagai pembanding, laporan transparansi FIFA menunjukkan total remunerasi Infantino untuk 2025 sebesar USD4,8 juta, terdiri atas gaji pokok USD2,6 juta dan bonus USD2,2 juta.
Apa Itu FIFA Forward Enterprise?
FFE dirancang sebagai anak usaha yang menggabungkan aktivitas komersial FIFA, termasuk hak siar, sponsorship, tiket, lisensi, serta operasional penyelenggaraan turnamen.
Dalam rancangan awal, FIFA berencana menjual saham minoritas kepada investor swasta. Perusahaan tersebut diperkirakan memiliki valuasi sekitar USD20 miliar, dengan target penghimpunan dana sekitar USD4,2 miliar.
Baca Juga: Marc Cucurella Pinjamkan Medali Juara Piala Dunia kepada Tukang Pos, Aksinya Bikin Kagum
FIFA menegaskan organisasi tersebut tetap mempertahankan kendali atas aspek sepak bola, termasuk kompetisi, kalender pertandingan, dan regulasi.
Namun, rencana itu memicu kekhawatiran sejumlah pihak karena menyangkut aset komersial yang berkaitan dengan kompetisi terbesar FIFA, termasuk Piala Dunia.
UEFA hingga AFC Menolak
Penolakan terhadap rencana FFE semakin meluas.
UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras menentang gagasan tersebut. Kekhawatiran juga muncul dari konfederasi lain, termasuk CONCACAF dan AFC.
Situasi tersebut bahkan berkembang menjadi krisis politik di tubuh sepak bola dunia. Sejumlah asosiasi anggota mulai menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino sebagai Presiden FIFA untuk periode berikutnya.
Proposal Akhirnya Ditarik
Baca Juga: Maverick Vinales Bantah Bakal Didepak KTM, Tegaskan Tetap Balapan hingga Akhir Musim
Setelah mendapat tekanan dan penolakan luas, FIFA akhirnya menarik proposal FFE.
Associated Press melaporkan rencana tersebut sebelumnya ditujukan untuk menjual sebagian kepemilikan atas keuntungan komersial Piala Dunia mendatang kepada investor swasta. Proposal itu diperkirakan bernilai sekitar USD20 miliar, sementara dana yang hendak dihimpun mencapai USD4,2 miliar.
Dengan ditariknya proposal tersebut, isu mengenai kemungkinan Infantino mendapatkan bayaran fantastis dari perusahaan baru FIFA juga belum menjadi kenyataan.
Baca Juga: Independent Woman Bukan Selalu Tentang Gaji Besar
Karena itu, tidak tepat jika disebut Gianni Infantino saat ini menerima atau sudah dipastikan akan menerima gaji USD64 juta per tahun.
Angka tersebut lebih tepat disebut sebagai perkiraan bayaran yang pernah dilaporkan terkait kemungkinan peran Infantino di FFE, sementara rencana perusahaan tersebut sendiri kini telah dihentikan. (an)
Sumber : solobalapan.com