Berbeda Sikap dari Konfederasi Lain, Ketum PSSI Dukung Rencana FIFA Bentuk FFE

Damianus Bram • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:48 WIB
Erick Thohir di Kantor Kemenpora. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)
Erick Thohir di Kantor Kemenpora. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang berencana membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE).

Sikap PSSI ini terbilang berani dan bertolak belakang dengan sederet asosiasi sepak bola benua seperti UEFA, CONCACAF, hingga AFC yang secara tegas menolak wacana tersebut.

Sebagai informasi, FFE merupakan calon anak perusahaan baru besutan FIFA yang dirancang untuk mengelola hak siar, sponsor, komersialisasi tiket, hingga lisensi kompetisi resmi FIFA—termasuk peluang menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Kendati wacana ini memicu gelombang kritik dari berbagai federasi dunia, Erick Thohir memiliki pandangan dan pertimbangan tersendiri.

"Gini konteksnya. Bahwa sepak bola kita hari ini bisa meraih banyak prestasi karena masyarakat, pemerintah, dan FIFA hadir bersama-sama. Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA," ujar Erick, dilansir dari JawaPos.com, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: Ditanya Soal Penunjukkan Indonesia Menjadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jawaban Erick Thohir

Momen Kritis Pasca-Tragedi Kanjuruhan

Erick mengingatkan kembali memori kelam masa-masa sulit pasca-Tragedi Kanjuruhan. Kala itu, Indonesia dibayang-bayangi sanksi pembekuan berat dari FIFA hingga kurun waktu delapan tahun jika tidak ada kesepahaman.

Namun berkat komunikasi intensif dan komitmen bantuan dari FIFA, sepak bola nasional berhasil diselamatkan dari keterpurukan.

"Kalau waktu itu masyarakat, pemerintah, dan FIFA tidak bersepakat, tidak akan ada tim nasional seperti hari ini karena kita bisa disanksi 8 tahun. Indonesia membutuhkan bantuan nyata saat itu, dan FIFA membuktikannya," terang pria yang juga menjabat Menpora RI tersebut.

Jangan Sekadar Jadikan Indonesia Pasar Komersial

Erick menegaskan bahwa potensi sepak bola Indonesia sangat luar biasa besar, mengingat lebih dari 73 persen populasi masyarakat menggemari olahraga si kulit bundar ini—sebuah angka yang secara kuantitas bahkan melampaui Brasil.

Pengikut akun media sosial klub-klub papan atas dunia pun didominasi oleh warganet asal Indonesia. Oleh karena itu, hubungan harmonis dengan FIFA terus dijaga agar Indonesia tidak sekadar dijadikan objek pasar semata.

"Jangan sampai Indonesia hanya dijadikan pasar. Karena itulah kami meminta FIFA hadir langsung di sini, dan terbukti sekarang kantor resmi FIFA sudah berdiri di Jakarta," tambah Erick.

Investasi Nyata FIFA untuk Sepak Bola Nasional

Tak sekadar dukungan moril, FIFA juga rutin mengucurkan dana investasi untuk pembinaan usia muda dan infrastruktur di Tanah Air.

"FIFA berinvestasi melalui 13 hingga 15 kegiatan tiap tahun dengan dana sekitar 1 sampai 2 juta Dolar AS yang langsung mereka salurkan sendiri. FIFA sangat serius membangun sepak bola Indonesia serta kawasan Asia Tenggara dan Oseania," paparnya.

"Karena itu saya mengucapkan terima kasih. Kalau tidak ada kesepakatan saat itu, hari ini kita mungkin tidak memiliki tim nasional maupun kompetisi seperti sekarang," tutup Erick. (dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : jawapos.com
FFE FIFA Forward Enterprise erick thohir uefa pssi