Drama Timnas Italia: Pirlo Batal, Maldini dan Leonardo Mundur, Mancini Kembali

Andi Aris Widiyanto • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:53 WIB
Roberto Mancini kembali menjadi pelatih Timnas Italia setelah Andrea Pirlo batal ditunjuk. (Dok. Roberto Mancini)
Roberto Mancini kembali menjadi pelatih Timnas Italia setelah Andrea Pirlo batal ditunjuk. (Dok. Roberto Mancini)

ROMA, SOLOBALAPAN.COM – Drama pergantian pelatih Timnas Italia berlangsung jauh lebih rumit dari yang diperkirakan. Andrea Pirlo yang sempat menjadi kandidat kuat untuk menangani Gli Azzurri akhirnya batal ditunjuk. Situasi tersebut bahkan memicu mundurnya dua figur penting di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Paolo Maldini dan Leonardo.

Sebagai solusi atas kekacauan tersebut, FIGC akhirnya mengambil keputusan cepat. Roberto Mancini kembali dipercaya menjadi pelatih Timnas Italia, sementara posisi direktur teknik yang sebelumnya ditempati Maldini diberikan kepada Claudio Ranieri. Keputusan itu diumumkan Presiden FIGC Giovanni Malagò pada Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Main Sore Ini! Mampukah Persija Racikan Shin Tae-yong Tumbangkan Raksasa Thailand Port FC?

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri saga panjang pencarian pelatih baru Italia yang sempat mengarah kepada sejumlah nama besar.

Pirlo Sempat Jadi Pilihan Utama

Sebelum drama ini terjadi, Maldini dan Leonardo telah bekerja untuk membangun era baru Timnas Italia. Pirlo kemudian muncul sebagai kandidat utama setelah sejumlah nama besar, termasuk Pep Guardiola, tidak tersedia.

Guardiola sebelumnya menolak kesempatan menangani Italia karena memilih fokus pada keluarga. Carlo Ancelotti juga tidak menjadi pilihan karena masih terikat dengan Timnas Brasil. Setelah dua nama tersebut gagal didapatkan, Pirlo menjadi kandidat yang menguat.

Maldini disebut melihat Pirlo sebagai sosok yang cocok dengan proyek pembaruan Gli Azzurri. Keduanya juga memiliki sejarah panjang saat masih menjadi bagian dari AC Milan.

Namun, rencana tersebut akhirnya kandas.

Kontroversi Fonbet Bikin Pirlo Batal

Persoalan muncul terkait hubungan komersial Pirlo dengan Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia. Isu tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Presiden FIGC Giovanni Malagò tidak memberikan persetujuan terhadap pencalonan Pirlo.

Baca Juga: Istri Bupati Pemalang dr. Noor Faizah Maenofi Turut Diboyong ke Gedung Merah Putih Pasca-OTT KPK

Pirlo sendiri sempat memberikan penjelasan bahwa kerja sama tersebut berkaitan dengan pengalaman profesionalnya ketika bekerja di Uni Emirat Arab dan bersifat komersial serta olahraga. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama itu tidak berkaitan dengan sikap politik.

Namun, penjelasan tersebut tidak cukup untuk membuat proses penunjukan Pirlo berlanjut.

Pada akhirnya, Pirlo menyatakan dirinya tidak lagi menjadi kandidat pelatih Italia. Pertemuan yang sebelumnya direncanakan untuk menyelesaikan proses kepindahannya pun dibatalkan.

Maldini dan Leonardo Pilih Mundur

Gagalnya penunjukan Pirlo kemudian memicu konflik internal di tubuh FIGC.

Baca Juga: Suksesor Ideal Didier Deschamps! Zinedine Zidane Akhirnya Turun Gunung Kembali ke Lapangan Hijau, Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Prancis

Maldini dan Leonardo akhirnya memilih meninggalkan jabatan mereka setelah hanya sekitar 16 hari bekerja dalam struktur baru federasi. Maldini sebelumnya dipercaya sebagai direktur teknik, sedangkan Leonardo berperan sebagai penasihat.

Keduanya disebut kecewa karena kandidat yang mereka pilih untuk proyek baru Italia tidak mendapatkan persetujuan dari Malagò.

Kepergian Maldini dan Leonardo membuat FIGC harus mencari solusi bukan hanya untuk posisi pelatih, tetapi juga jabatan direktur teknik.

Roberto Mancini Jadi Pilihan untuk Selamatkan Italia

Dalam situasi penuh ketidakpastian tersebut, Malagò akhirnya mengarahkan pilihan kepada Roberto Mancini.

Mancini bukan sosok asing bagi Timnas Italia. Ia pernah membawa Gli Azzurri meraih trofi Euro 2020, salah satu pencapaian terbesar Italia dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, periode pertamanya juga memiliki noda besar. Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar di bawah kepemimpinannya.

Baca Juga: Dea Annisa Resmi Bertunangan dengan Achmad Zacky Setelah Dua Tahun Pacaran

Mancini kemudian meninggalkan kursi pelatih Italia pada 2023. Kini, tiga tahun setelah kepergiannya, ia kembali untuk memimpin proyek baru Gli Azzurri.

Kembalinya Mancini menjadi perjudian besar bagi FIGC. Di satu sisi, ia sudah mengetahui karakter sepak bola Italia dan pernah membawa tim nasional menjadi juara Eropa. Di sisi lain, kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 tentu menjadi catatan yang tidak bisa dilupakan.

Claudio Ranieri Gantikan Maldini

Tak hanya menunjuk pelatih, FIGC juga langsung mengisi posisi direktur teknik yang ditinggalkan Maldini.

Claudio Ranieri ditunjuk sebagai direktur teknik baru Timnas Italia. Ranieri memiliki pengalaman panjang menangani klub-klub besar Eropa, termasuk Leicester City dan AS Roma.

Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Utama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Di-OTT KPK

Dengan demikian, susunan baru Gli Azzurri kini dipimpin dua pelatih berpengalaman: Mancini di pinggir lapangan dan Ranieri dalam struktur teknis federasi.

Keduanya memiliki tugas berat untuk mengembalikan Italia ke jalur prestasi setelah periode penuh gejolak.

Italia Harus Segera Berbenah

Krisis yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan serius bagi FIGC. Pergantian figur penting di jajaran teknis dalam waktu singkat berpotensi mengganggu persiapan tim.

Namun, penunjukan Mancini dan Ranieri memberikan kesempatan bagi Italia untuk segera mengakhiri drama internal dan fokus pada agenda di lapangan.

Setelah gagal tampil di Piala Dunia 2022 dan kembali menghadapi periode transisi, Italia membutuhkan proyek yang jelas, stabil, serta dukungan penuh dari federasi.

Baca Juga: Usai Rumah Pejabat Digeledah, Plt Bupati Sukoharjo dan Kadisdikbud Diperiksa KPK di Polresta Surakarta

Kini, sorotan tertuju kepada Mancini. Pelatih yang pernah membawa Italia menjadi juara Eropa tersebut mendapat kesempatan kedua untuk mengembalikan kejayaan Gli Azzurri.

Bagi Mancini, ini bukan sekadar comeback. Ini adalah kesempatan untuk menebus kegagalan masa lalu sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih menjadi sosok yang tepat untuk membawa Italia kembali ke level tertinggi sepak bola dunia. (an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
Pelatih Italia Roberto Mancini Claudio Ranieri Andrean Pirlo Duta Rumah Judi