SOLOBALAPANCOM - Unggahan Liverpool di media sosial baru-baru ini memicu perbincangan di kalangan pecinta sepak bola dunia.
Dalam rangka memperingati Pride Month, klub berjuluk The Reds itu menampilkan identitas visual bernuansa pelangi, sebagai bagian dari kampanye inklusivitas dan anti-diskriminasi.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar akun resmi Liverpool dipenuhi berbagai tanggapan dari warganet.
Sejumlah pengguna media sosial mengaku kecewa atas langkah tersebut.
Baca Juga: Lindungi Otak Pemain Muda, Akademi Como 1907 Larang Latihan Sundulan untuk Usia di Bawah 10 Tahun
Komentar seperti "Bye bye Liverpool" hingga pernyataan berhenti mendukung klub bermunculan di unggahan mereka. Di tengah ramainya respons tersebut, sejumlah warganet juga menyoroti berkurangnya jumlah pengikut akun resmi Liverpool.
Meski demikian, pihak klub tidak memberikan pernyataan bahwa perubahan jumlah pengikut tersebut berkaitan langsung dengan unggahan kampanye Pride.
Liverpool bukanlah satu-satunya klub yang pernah menunjukkan dukungan terhadap komunitas LGBTQ+.
Baca Juga: Andrea Pirlo Terancam Gagal Latih Timnas Italia, Status Duta Rumah Judi Rusia Jadi Sorota
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah klub elite Eropa juga secara terbuka mengikuti kampanye keberagaman dan anti-diskriminasi.
Bentuk dukungannya beragam, mulai dari penggunaan logo dan atribut bernuansa pelangi, partisipasi dalam kampanye Rainbow Laces, hingga pembentukan komunitas suporter LGBTQ+ resmi.
Berikut deretan klub sepak bola dunia yang pernah menunjukkan dukungan terhadap komunitas LGBTQ+.
1. Liverpool
Liverpool rutin mengikuti kampanye Premier League With Pride yang bertujuan menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan bebas diskriminasi.
Klub ini juga memiliki kelompok suporter LGBTQ+ bernama Kop Outs yang aktif mengampanyekan inklusivitas di dalam maupun luar stadion.
2. Manchester United
Manchester United mendukung berbagai program keberagaman melalui kampanye Rainbow Laces.
Klub berjuluk Setan Merah ini juga memiliki komunitas suporter LGBTQ+ bernama Rainbow Devils, yang telah lama menjadi bagian dari budaya suporter di Old Trafford.
3. Manchester City
Manchester City bekerja sama dengan kelompok suporter Canal Street Blues, salah satu komunitas LGBTQ+ terbesar di kalangan pendukung klub Inggris.
City juga rutin menggelar kampanye edukasi anti-diskriminasi serta menggunakan atribut pelangi dalam momen tertentu.
4. Chelsea
Chelsea termasuk salah satu klub yang konsisten mengikuti kampanye Rainbow Laces.
Klub asal London tersebut beberapa kali menggunakan ban kapten dan atribut bernuansa pelangi sebagai bentuk dukungan terhadap keberagaman, sekaligus menegaskan komitmennya menjadikan Stamford Bridge sebagai tempat yang ramah bagi seluruh suporter.
5. Arsenal
Arsenal dikenal memiliki komunitas suporter Gay Gooners, salah satu kelompok pendukung LGBTQ+ paling dikenal di Inggris. Klub ini juga aktif menyuarakan pesan anti-diskriminasi melalui berbagai program sosial dan kampanye Premier League.
6. Tottenham Hotspur
Tottenham memiliki kelompok suporter Proud Lilywhites yang berdiri sejak 2014. Klub London Utara tersebut secara rutin berpartisipasi dalam kampanye Rainbow Laces dan berbagai kegiatan yang mengusung nilai keberagaman.
Baca Juga: Debut Sensasional Mitchell Baker: Hattrick Perdana Bawa Timnas Indonesia Bantai Kamboja 5-1
7. Barcelona
Barcelona beberapa kali menampilkan logo bernuansa pelangi saat Pride Month serta menyampaikan pesan dukungan terhadap kesetaraan melalui akun media sosial dan program sosial yang dijalankan yayasan klub.
8. Bayern Munich
Bayern Munich menjadi sorotan ketika Allianz Arena diterangi lampu berwarna pelangi sebagai simbol dukungan terhadap keberagaman. Klub raksasa Jerman ini juga aktif mengampanyekan anti-diskriminasi melalui berbagai kegiatan sosial.
9. Ajax Amsterdam
Ajax dikenal sebagai salah satu klub Belanda yang cukup vokal dalam isu keberagaman. Klub asal Amsterdam tersebut beberapa kali bekerja sama dengan organisasi LGBTQ+ setempat dalam kampanye melawan diskriminasi di dunia sepak bola.
10. AC Milan
AC Milan mengusung berbagai program sosial bertema kesetaraan melalui kampanye Sport for Change. Klub Serie A itu juga berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang bertujuan menciptakan lingkungan sepak bola yang inklusif.
11. Borussia Dortmund
Borussia Dortmund aktif menggelar edukasi bagi suporter mengenai bahaya diskriminasi dan homofobia di stadion. Klub Bundesliga tersebut juga rutin mendukung kampanye keberagaman di sepak bola Jerman.
12. Juventus
Juventus beberapa kali ikut serta dalam kampanye anti-diskriminasi di Liga Italia dan menjalankan sejumlah program sosial yang mengedepankan nilai kesetaraan.
13. Paris Saint-Germain (PSG)
PSG turut mendukung kampanye anti-diskriminasi yang diinisiasi Ligue 1. Klub asal Prancis ini juga beberapa kali menggunakan identitas visual bertema pelangi pada momen tertentu sebagai bentuk dukungan terhadap inklusivitas.
Di tengah besarnya basis penggemar sepak bola di seluruh dunia, langkah klub-klub tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menyuarakan pesan tentang keberagaman dan penolakan terhadap segala bentuk diskriminasi.
Meski demikian, bentuk dukungan yang diberikan setiap klub berbeda-beda, menyesuaikan kebijakan internal, budaya, serta program sosial yang mereka jalankan. (rastri rafiarum/fer)
Editor : Ferry Ardi Susanto