Lindungi Otak Pemain Muda, Akademi Como 1907 Larang Latihan Sundulan untuk Usia di Bawah 10 Tahun

Andi Aris Widiyanto • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 12:30 WIB
Raphael Varane tokoh di balik lahirnya kebijakan Akademi Como 1907 yang melarang latihan sundulan untuk usia di bawah 10 tahun. (Dok. Como 1907)
Raphael Varane tokoh di balik lahirnya kebijakan Akademi Como 1907 yang melarang latihan sundulan untuk usia di bawah 10 tahun. (Dok. Como 1907)

SOLOBALAPAN.COM – Klub Serie A Italia, Como 1907, menerapkan kebijakan revolusioner dalam pembinaan pemain usia muda. Akademi klub milik Djarum Group itu resmi melarang latihan sundulan (heading) bagi pemain yang berusia di bawah 10 tahun sebagai upaya melindungi kesehatan otak dan mendukung perkembangan teknik sepak bola jangka panjang.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian publik sepak bola Italia karena diterapkan oleh salah satu klub yang musim lalu mencatat efektivitas tinggi melalui permainan udara. Dari 65 gol yang dicetak Como 1907 di Serie A musim lalu, sebanyak 10 gol lahir melalui sundulan.

Meski demikian, pihak klub menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak menjadi alasan untuk memaksakan latihan heading kepada pemain usia dini.

Baca Juga: Andrea Pirlo Terancam Gagal Latih Timnas Italia, Status Duta Rumah Judi Rusia Jadi Sorota

Program baru ini disusun untuk mengurangi risiko benturan pada kepala yang berpotensi memengaruhi perkembangan otak anak. Selain itu, akademi ingin memastikan pemain muda lebih dahulu menguasai teknik dasar sepak bola sebelum dikenalkan dengan sundulan.

Mantan bek Timnas Prancis dan Manchester United, Raphael Varane, yang kini duduk di Dewan Pelatihan Como 1907, menjadi salah satu tokoh di balik lahirnya kebijakan tersebut.

Varane mengungkapkan dirinya telah lama menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap pemain muda dari risiko benturan kepala yang berulang.

"Aku telah beberapa kali berbicara mengenai pentingnya menanggapi benturan kepala dengan serius dalam sepak bola dan kebutuhan mutlak untuk melindungi anak-anak kita," ujar Varane seperti dikutip dari laman resmi Como 1907.

Menurut Varane, aspek kesehatan otak selama ini masih kurang mendapat perhatian dalam pembinaan pemain usia muda. Padahal, mengurangi kontak fisik yang tidak diperlukan pada masa pertumbuhan merupakan langkah penting untuk perkembangan atlet.

"Yang terpenting adalah mengajarkan keterampilan sepak bola dengan teknik yang benar, dilakukan secara bertahap dan terkontrol," tambahnya.

Baca Juga: Jurnalis Solo Gelar Aksi Protes, Kecam Penyebutan “Londo Ireng” oleh Presiden Prabowo

Heading Diperkenalkan Bertahap

Larangan tersebut bukan berarti pemain akademi Como sama sekali tidak akan belajar melakukan sundulan. Klub hanya mengatur waktu dan intensitas latihan sesuai usia pemain.

Pemain berusia di atas 10 tahun mulai diperkenalkan teknik heading pada akhir musim menggunakan bola karet yang lebih ringan.

Untuk kelompok usia U-12, latihan sundulan dibatasi maksimal lima kali dalam satu sesi latihan dan hanya boleh dilakukan sekali dalam sebulan.

Sementara bagi pemain di bawah 13 tahun, latihan sundulan hanya diperbolehkan sekali dalam sepekan, dengan jumlah maksimal lima sundulan setiap sesi.

Baca Juga: Cetak Hattrick Debut dan Takjub Atmosfer Pakansari, Mitchell Baker: Pengalaman Terbaik Sepanjang Karier!

Dalam pertandingan resmi, pemain usia dini juga tidak dibebani kewajiban melakukan sundulan secara berlebihan.

Fokus pada Teknik Dasar

Kepala Pengembangan Como 1907, Osian Roberts, menegaskan bahwa pembatasan ini bertujuan menciptakan proses pembelajaran yang lebih aman dan efektif.

Menurut Roberts, pemain harus terlebih dahulu menguasai teknik dasar seperti kontrol bola, umpan, pergerakan, dan pengambilan keputusan sebelum mempelajari heading secara terstruktur.

Baca Juga: Debut Sensasional Mitchell Baker: Hattrick Perdana Bawa Timnas Indonesia Bantai Kamboja 5-1

Dengan pembatasan yang jelas, pemain diharapkan dapat mempelajari teknik sundulan secara aman, percaya diri, sekaligus meminimalkan risiko cedera kepala yang dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. (an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
klub serie A Italia Akademi Como 1907 Raphael Varane sepak bola Italia Como 1907