Petisi Larang Argentina Tampil di Piala Dunia Gegara Drama Final 2026 Tembus 23 Juta Tanda Tangan, Ada Apa Sebenarnya?

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:27 WIB
Timnas Argentina.
Timnas Argentina.

SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Gelombang kontroversi pasca-gelaran Piala Dunia 2026 masih memanas di panggung sepak bola internasional.

Usai ditundukkan Spanyol pada partai puncak yang berlangsung dalam tensi tinggi, Tim Nasional Argentina kini menjadi sasaran kritik publik global melalui gerakan petisi online berukuran masif.

Tak main-main, petisi yang meminta FIFA melarang La Albiceleste berlaga di ajang Piala Dunia edisi berikutnya diklaim telah mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan dari sekitar 170 negara hanya dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

Kronologi Kericuhan Final: Kartu Merah Enzo, Paredes, hingga Aksi Messi

Munculnya petisi skala global ini dipicu oleh rentetan insiden dan ketegangan yang melibatkan skuad asuhan Lionel Scaloni sepanjang fase gugur hingga partai final di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026.

Pada laga pamungkas tersebut, Argentina harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol lewat gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.

Baca Juga: Fabian Ruiz dan Gavi Dapat Hadiah Unik Usai Juara Piala Dunia 2026, Bukan Uang Melainkan Tomat

Namun, bentrokan fisik justru pecah sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Tuntutan dalam Petisi: Para penggagas petisi menilai tindakan para pemain dan staf Argentina mencoreng nilai fair play.

Lebih dari 23 juta pendukung petisi mempertanyakan keadilan turnamen dan mendesak FIFA mengambil langkah disipliner tegas berupa sanksi larangan bertanding.

Petisi Tandingan Suporter dan Realita Posisi Argentina di FIFA

Sebelum gerakan larangan tampil ini melonjak, pendukung Argentina sebenarnya sempat menggalang petisi tandingan.

Lebih dari 80 ribu suporter La Albiceleste menuntut laga final diulang karena menganggap kepemimpinan wasit sepanjang laga lebih menguntungkan kubu Spanyol.

Kendati berhasil menarik puluhan juta dukungan digital, peluang FIFA untuk mengabulkan tuntutan melarang Argentina tampil di Piala Dunia dinilai sangat kecil.

Status Tuan Rumah Piala Dunia 2030: Argentina telah dipastikan menjadi salah satu negara penyelenggara Piala Dunia 2030 bersama Uruguay dan Paraguay dalam rangka peringatan 100 tahun sejarah turnamen tersebut. Hal ini membuat petisi publik lebih berkedudukan sebagai bentuk penumpahan kekecewaan penggemar dibanding sebuah ancaman regulasi nyata.

Tabel Pemetaan Insiden & Isu Petisi Piala Dunia 2026

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian kronologi, insiden lapangan, dan status petisi secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Komponen Peristiwa Detail Fakta & Catatan Kejadian
Ajang / Laga Final Piala Dunia 2026 (MetLife Stadium, New Jersey)
Hasil Pertandingan Spanyol 1 – 0 Argentina (Gol Ferran Torres di babak extra time)
Insiden Disiplin

• Kartu merah Enzo Fernandez (2x Kuning) & Leandro Paredes


• Bentrokan asisten pelatih Roberto Ayala dengan pemain Spanyol


• Aksi protes Lionel Messi terhadap wasit

Detail Petisi Anti-Argentina Ditandatangani >23 Juta orang dari $\pm$ 170 negara
Tuntutan Petisi Desak FIFA beri sanksi larangan tampil di edisi Piala Dunia mendatang
Petisi Tandingan $\pm$ 80 ribu suporter Argentina minta laga final diulang
Peluang Sanksi FIFA Sangat kecil; Argentina resmi menjadi Co-Host Piala Dunia 2030

Keputusan Mutlak di Tangan FIFA

Hingga saat ini, komite disiplin FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi maupun membuka penyelidikan khusus terkait tuntutan larangan bertanding tersebut.

Seluruh sanksi maupun tindakan hukum di dalam sepak bola internasional tetap sepenuhnya mengacu pada regulasi dan mekanisme resmi federasi.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
argentina petisi piala dunia