Baru Diperkenalkan Jadi Pelatih Timnas Jerman, Jurgen Klopp Langsung Beri Ancaman Mundur Jika Privasi Keluarganya Diusik!

Damianus Bram • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:42 WIB
Jurgen Klopp resmi menjadi pelatih Timnas Jerman. Dia menegaskan siap mundur jika media mengganggu keluarganya. (Dok. DFB)
Jurgen Klopp resmi menjadi pelatih Timnas Jerman. Dia menegaskan siap mundur jika media mengganggu keluarganya. (Dok. DFB)

 

SOLOBALAPAN.COM – Jurgen Klopp belum melakoni debut atau memimpin satu laga pun di panggung internasional bersama Timnas Jerman.

Namun, eks juru taktik Liverpool itu sudah melayangkan gertakan dan peringatan keras kepada awak media lokal.

Pelatih berusia 59 tahun itu secara terbuka menegaskan siap mengundurkan diri secara mendadak dari kursi kepelatihan Die Mannschaft apabila media tidak menghormati privasi kehidupan keluarganya.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Klopp dalam sesi konferensi pers perkenalan resminya sebagai suksesor Julian Nagelsmann pada Jumat (24/7/2026).

Nagelsmann sendiri menanggalkan jabatannya usai Jerman tersingkir tragis lewat drama adu penalti dari Paraguay di gelaran Piala Dunia 2026 lalu.

Penunjukan ini menandai kembalinya juru taktik berkharisma tersebut ke dunia kepelatihan penuh waktu usai menyudahi dinasti sembilan tahunnya di Anfield.

Baca Juga: Laga Pembuka Piala Presiden 2026: Jadwal dan Jam Kick-off Persib Bandung vs Arema FC

Siap Angkat Kaki Tanpa Pesangon

Melansir laporan ESPN, dalam sesi wawancara yang berlangsung panas selama lebih dari 45 menit, Klopp mengungkapkan bahwa keputusannya menerima pinangan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) murni berlandaskan rasa bangga membela tanah air, bukan karena gatal ingin cepat kembali melatih.

Kendati demikian, ia menarik garis tegas terkait batas toleransinya terhadap pemberitaan pers.

"Jika sewaktu-waktu kalian berpikir saya harus pergi, saya akan pergi tanpa meminta pesangon satu sen pun," tegas Klopp di hadapan para wartawan.

"Tapi ingat, jika kalian mengganggu keluarga saya dan tidak membiarkan mereka hidup tenang, saya akan langsung pergi hari itu juga," lanjutnya dengan intonasi tajam.

Klopp mengaku belajar banyak dari pengamatannya terhadap tekanan pers yang dialami para pendahulunya seperti Julian Nagelsmann maupun Thomas Tuchel.

Terbuka pada Kritik Taktis, Asalkan Proporsional

Lebih lanjut, pria kelahiran Stuttgart itu mengklarifikasi bahwa dirinya bukanlah sosok yang anti-kritik.

Ia mempersilakan media menilai, membedah, bahkan mengecam strategi permainannya jika Die Mannschaft memetik hasil buruk.

"Kritiklah saya, baik itu saat berhasil maupun gagal. Kalian tidak perlu memuji saya berlebihan ketika menang, karena itu sudah kewajiban. Jika gagal, saya sangat bersedia untuk memperbaikinya," papar Klopp.

Bagi Klopp, cercaan atas performa tim adalah risiko profesi. Namun, menyangkut kehidupan anak dan istrinya, ia menegaskan batas hukum yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun.

Lebih Kompromi dengan Klub dan Kalender Pemain

Pernah menjadi salah satu manajer yang paling vokal mengecam padatnya jadwal FIFA semasa menukangi klub, kini posisi anyar Klopp membuatnya berjanji akan lebih berempati.

Ia berkomitmen bakal mendengar masukan dari para pelatih klub terkait kondisi kebugaran pemain.

"Jika ada pelatih klub yang berkata pemainnya tidak bisa dipanggil karena sudah berlaga empat kali berturut-turut, saya akan paham. Saya tidak akan ngotot berjuang memaksakan pemain itu," ungkapnya.

Klopp telah menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun. Tugas utamanya adalah membangun ulang kedalaman skuad Jerman demi menyongsong panggung Piala Dunia 2030 yang bakal dihelat di Spanyol, Portugal, dan Maroko. (dam)

Editor : Damianus Bram
Timnas Jerman Julian Nagelsmann media jurgen klopp