MADRID, SOLOBALAPAN.COM – Sikap sportif ditunjukkan gelandang Timnas Spanyol, Gavi, usai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.
Meski sempat terlibat adu fisik dengan gelandang Argentina Leandro Paredes, pemain muda Barcelona itu justru berharap FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada lawannya.
Laga final yang berlangsung pada 20 Juli 2026 diwarnai tensi tinggi. Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika Gavi dan Paredes terlibat cekcok serta kontak fisik di tengah pertandingan.
Baca Juga: Mengenal KRL di Indonesia, Dari Batavia hingga Transportasi Modern
Insiden tersebut memunculkan spekulasi bahwa FIFA akan melakukan investigasi dan menjatuhkan hukuman kepada Paredes karena dianggap bermain terlalu agresif terhadap pemain Spanyol tersebut.
Namun, Gavi memilih mengambil sikap berbeda. Alih-alih mendukung hukuman bagi lawannya, pemain berusia 21 tahun itu menilai insiden tersebut merupakan bagian dari kerasnya pertandingan final.
"Saya pikir dia seharusnya tidak mendapat sanksi," ujar Gavi seperti dikutip dari Give Me Sport.
Adu Emosi Dinilai Masih dalam Batas Wajar
Menurut Gavi, meski permainan Paredes tergolong keras, gelandang Argentina itu tetap mampu menyelesaikan pertandingan tanpa menerima kartu merah.
Paredes bermain selama 90 menit penuh ditambah perpanjangan waktu 2x15 menit, dan wasit tidak menganggap aksinya layak diganjar hukuman maksimal.
Baca Juga: Italia Siapkan Dana Besar Demi Pep Guardiola, FIGC Akui Sudah Lakukan Pendekatan
Bagi Gavi, keputusan tersebut menjadi bukti bahwa tindakan Paredes masih berada dalam batas yang dapat ditoleransi dalam pertandingan dengan tensi tinggi seperti final Piala Dunia.
Sepak Bola Tak Lepas dari Kontak Fisik
Gavi mengakui insiden yang terjadi memang bukan contoh ideal bagi pemain muda. Meski demikian, ia menilai sepak bola adalah olahraga yang sarat duel fisik dan emosi sehingga benturan antarpemain sulit dihindari.
"Aku mengerti itu bukan citra yang baik bagi pemain muda, tetapi sepak bola juga memiliki sisi kerasnya. Hal yang paling logis adalah mengusirnya saat pertandingan jika memang melakukan pelanggaran berat, karena setelah pertandingan situasinya sudah berbeda," kata Gavi.
Sportivitas Jadi Sorotan
Pernyataan Gavi mendapat perhatian luas karena menunjukkan sikap sportivitas setelah pertandingan yang berlangsung penuh tekanan. Meski menjadi korban permainan keras, ia memilih menghormati keputusan wasit di lapangan dan tidak mendorong adanya hukuman tambahan terhadap Paredes.
Hingga kini FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kemungkinan investigasi terhadap insiden tersebut. Namun, sikap Gavi dinilai menjadi contoh kedewasaan seorang pemain muda yang mampu memisahkan tensi pertandingan dengan rasa hormat kepada sesama pesepak bola.
Dengan demikian, polemik yang sempat mencuat usai final Piala Dunia 2026 berpotensi mereda, sementara perhatian kini beralih pada evaluasi kedua tim setelah pertandingan puncak yang berlangsung sengit dan penuh drama tersebut. (an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com