SOLOBALAPAN.COM – Dukungan langsung pendukung Skuad Garuda di stadion sangat dibutuhkan jelang bergulirnya Piala AFF 2026.
Tiket dua pertandingan kandang Timnas Indonesia melawan Kamboja dan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, resmi mulai dijual ke publik.
Pada fase penyisihan Grup A, Indonesia dijadwalkan menjamu Kamboja pada Senin (27/7/2026) dan berhadapan dengan lawan kuat Vietnam pada Senin (3/8/2026).
PSSI secara resmi telah membuka kanal penjualan tiket sejak 17 Juli 2026 melalui aplikasi Livin by Mandiri.
Selanjutnya, per Senin (20/7/2026), akses pembelian tiket makin diperluas melalui situs resmi Kita Garuda.
Cara Pembelian dan Syarat Wajib
Bagi para suporter yang ingin berburu tiket melalui platform resmi Kita Garuda, prosesnya terbilang cukup praktis.
Pembeli hanya perlu mengakses situs resmi Kita Garuda, memilih menu fitur tiket, lalu menentukan laga yang ingin ditonton.
Namun, PSSI mengingatkan satu syarat mutlak bagi seluruh calon pembeli: wajib memiliki akun Garuda ID yang sudah terverifikasi sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: Mitchell Baker Resmi WNI, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Puji Kedewasaan Sang Penyerang
Rincian Harga Tiket: Laga Vietnam Lebih Mahal
PSSI menerapkan kebijakan harga yang berbeda untuk dua laga kandang tersebut. Tiket pertandingan melawan Vietnam dipatok sedikit lebih tinggi dibandingkan saat meladeni Kamboja.
1. Indonesia vs Kamboja (Senin, 27 Juli 2026)
Tribune Barat: Rp 200.000
Tribune Timur: Rp 200.000
Tribune Utara: Rp 100.000
Tribune Selatan: Rp 100.000
2. Indonesia vs Vietnam (Senin, 3 Agustus 2026)
Tribune Barat: Rp 250.000
Tribune Timur: Rp 250.000
Tribune Utara: Rp 125.000
Tribune Selatan: Rp 125.000
Misi Hapus Cap 'Spesialis Runner-up'
Selain dua pertandingan kandang di Pakansari, Timnas Indonesia juga akan menjalani dua laga tandang di Grup A, yaitu melawat ke markas Timor Leste (31/7/2026) dan bertandang ke Singapura (7/8/2026).
Pada edisi Piala AFF 2026 kali ini, Skuad Garuda membawa misi besar: meraih trofi juara untuk pertama kalinya sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996.
Dukungan penuh dari tribune penonton diharapkan menjadi suntikan pendorong semangat bagi Indonesia untuk memutus statistik kelam sebagai pemegang rekor enam kali runner-up (edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020). (dam)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan