
SOLOBALAPAN.COM – Perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu laga paling dinanti saat Spanyol berhadapan dengan Belgia di SoFi Stadium, Inglewood. Pertandingan ini bukan hanya mempertemukan dua tim bertabur bintang, tetapi juga menyuguhkan duel dua penjaga gawang elite dunia, Unai Simon dan Thibaut Courtois.
Di balik gemerlap nama-nama seperti Lamine Yamal, Dani Olmo, Nico Williams, Kevin De Bruyne, hingga Charles De Ketelaere, justru pertarungan di bawah mistar diprediksi menjadi faktor pembeda dalam perebutan tiket menuju semifinal.
Unai Simon tampil luar biasa sepanjang turnamen. Kiper Athletic Bilbao itu menjadi satu-satunya penjaga gawang yang belum sekalipun kebobolan hingga babak perempat final. Rekor tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia.
Meski demikian, Simon menegaskan dirinya belum puas. Ia mengincar rekor clean sheet yang lebih panjang sekaligus membawa La Roja melangkah lebih jauh.
"Saya ingin terus bermain tanpa kebobolan. Jika bisa melanjutkan tren ini, tentu akan menjadi pencapaian yang luar biasa," ujar Simon.
Di kubu Belgia, pengalaman Thibaut Courtois tetap menjadi senjata utama. Kiper Real Madrid itu dikenal sebagai spesialis penyelamat di laga-laga besar dan menjadi benteng terakhir yang diandalkan pelatih Rudi Garcia.
Courtois optimistis Belgia mampu menghentikan lini serang Spanyol yang tampil produktif sepanjang turnamen.
Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama
Belgia menyadari ancaman terbesar datang dari wonderkid Barcelona, Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun itu bukan hanya tajam dalam mencetak gol, tetapi juga piawai menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.
Gelandang Spanyol Dani Olmo menilai kualitas Yamal membuat setiap lawan harus memberikan perhatian khusus.
"Dia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga kreator serangan. Sulit menghentikannya jika sudah menemukan ritme permainan," kata Olmo.
Selain Yamal, Spanyol masih memiliki Nico Williams, Mikel Oyarzabal, Pedri, dan Cucurella yang tampil konsisten selama turnamen.
Adu Rekor Tak Terkalahkan
Pertemuan ini juga menjadi duel dua tim yang sama-sama sedang menikmati tren positif.
Spanyol datang dengan catatan tidak terkalahkan dalam 36 pertandingan beruntun, sebuah rekor impresif sejak ditangani Luis de la Fuente.
Baca Juga: Tega Cabuli Anak di Bawah Umur Berulang Kali, Ayah Tiri di Wonogiri Diringkus Polisi
Sementara Belgia juga menunjukkan konsistensi luar biasa sejak dilatih Rudi Garcia. Setan Merah tercatat belum terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir, dengan rincian 12 kemenangan dan enam hasil imbang.
Rekor tersebut membuat duel di SoFi Stadium dipastikan berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama mengusung kepercayaan diri tinggi.
Belgia Ingin Ulangi Sejarah 1986
Belgia juga membawa motivasi besar untuk mengulang pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia, yakni menembus semifinal seperti edisi 1986.
Bek Diego Moreira menegaskan timnya memiliki kualitas untuk menghentikan Spanyol asalkan mampu tampil agresif sejak menit awal.
"Kami harus berani melakukan pressing dan merebut bola secepat mungkin. Jika bisa mengontrol permainan, peluang lolos akan terbuka," ujarnya.
Di sisi lain, Spanyol mengincar gelar juara dunia kedua dalam sejarah setelah terakhir kali menjadi kampiun pada Piala Dunia 2010.
Baca Juga: Book's Kitchen, Ketika Buku dan Masakan Hangat Menjadi Ruang untuk Pulang
Dengan kualitas skuad yang berimbang, duel Spanyol kontra Belgia diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak perempat final Piala Dunia 2026. Adu strategi, ketajaman lini depan, hingga performa dua kiper kelas dunia diyakini akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke semifinal. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto