Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Intervensi Politik Donald Trump di Piala Dunia 2026? Gianni Infantino Terancam Diselidiki IOC dan Parlemen Eropa Buntut Kontroversi Balogun

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:08 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino dengan trofi Piala Dunia.
Presiden FIFA Gianni Infantino dengan trofi Piala Dunia.

SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Gelombang tekanan hebat kini tengah mengarah tajam kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Orang nomor satu di federasi sepak bola dunia tersebut terancam menghadapi penyelidikan serius dari Parlemen Eropa serta Komite Olimpiade Internasional (IOC) akibat draf keputusan kontroversial yang mengizinkan striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, tetap tampil di Piala Dunia 2026 meskipun baru saja diganjar kartu merah.

Langkah FIFA mendiskualifikasi hukuman sang pemain memicu kegaduhan masif di tingkat elite politik global.

 Infantino dituduh telah mencederai integritas dan independensi olahraga demi memuluskan draf kepentingan politik luar negeri.

Kronologi Skandal Kartu Merah Folarin Balogun

Duduk perkara kontroversi ini bermula pada laga babak gugur tanggal 1 Juli 2026, saat timnas Amerika Serikat berhadapan dengan Bosnia-Herzegovina.

Baca Juga: Piala dunia 2026 : Lionel Scaloni Dijuluki 'La Llorona', Pelatih Argentina Tak Malu Menangis Demi Tim

Balogun (25 tahun) menerima kartu merah langsung yang menurut draf regulasi baku turnamen wajib membuatnya absen minimal di satu laga berikutnya.

Namun secara mengejutkan, FIFA resmi mencabut hukuman skorsing tersebut pada hari Senin lalu.

Keputusan "gaib" ini diduga kuat draf terealisasi setelah adanya intervensi politik berupa draf lobi langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Infantino agar penyerang andalannya bisa segera kembali merumput.

Tabel Entitas Terkait, Peran, dan Tuntutan dalam Kontroversi FIFA

Guna memberikan pemetaan draf informasi yang rapi, objektif, dan scannable terkait draf perkembangan isu panas ini, berikut adalah draf rangkuman datanya:

Pihak Terkait Peran / Tindakan Lapangan Tuntutan & Fokus Penyelidikan
Gianni Infantino Presiden FIFA Diduga melanggar asas netralitas akibat tunduk pada lobi kepala negara.
Folarin Balogun Striker Amerika Serikat (25 tahun) Menerima kartu merah (1 Juli) namun draf hukumannya diputihkan oleh FIFA.
Donald Trump Presiden Amerika Serikat Diduga draf melobi Infantino secara personal demi keuntungan timnas AS.
Parlemen Eropa Diwakili Barry Andrews, Lara Wolters, Niels Fuglsang Menggalang mosi (35 tanda tangan) untuk mendesak Komite Etik FIFA.
FairSquare (London) Organisasi HAM & Olahraga Mengajukan pengaduan resmi ke Komisi Etik IOC atas pelanggaran piagam.
IOC (Kirsty Coventry) Komite Olimpiade Internasional Memastikan akan mengusut draf kasus ini sesuai yurisdiksi keanggotaan Infantino.

Reaksi Keras Parlemen Eropa: Sebut Kebijakan FIFA Sebuah 'Aib'

Sebanyak 35 anggota Parlemen Eropa dilaporkan telah menandatangani draf surat dukungan untuk meluncurkan penyelidikan formal.

Tiga legislator utama, Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang, mengecam keras draf dispensasi khusus tersebut.

Mereka juga menuntut pengusutan draf atas pemberian Hadiah Perdamaian FIFA kepada Donald Trump yang dinilai sangat kental akan draf muatan politis.

Suara Anggota Parlemen: "Keindahan olahraga adalah olahraga didasarkan pada aturan yang tidak memihak dan transparan. Ketika Infantino membiarkan tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, rasa keadilan itu hilang.

Keputusan FIFA mengubah aturan mengenai skorsing kartu merah di tengah turnamen adalah sebuah aib dan penyimpangan terhadap keadilan," tegas para legislator Eropa dalam draf pernyataan bersamanya.

Ancaman Sanksi Berat dari Komite Olimpiade Internasional (IOC)

Beban Infantino kian draf bertambah berat setelah draf lembaga pemantau hak asasi olahraga yang berbasis di London, FairSquare, menyatakan siap menyeret kasus ini ke ranah hukum Olimpiade.

Sebagai anggota aktif IOC sejak tahun 2020, Infantino draf terikat kaku pada draf piagam prinsip dasar Olimpiade yang menekankan netralitas politik total bagi seluruh pengurus organisasi olahraga internasional.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, menegaskan bahwa pihaknya telah draf mencermati perkembangan draf kontroversi ini secara intensif.

Terlebih lagi, Amerika Serikat bertindak sebagai salah satu tuan rumah utama Piala Dunia 2026 sekaligus calon penyelenggara Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles mendatang.

Pihak IOC berjanji akan draf langsung memproses dan mengusut tuntas draf skandal ini begitu berkas pengaduan resmi masuk ke meja draf komisi etik.

Di sisi lain, kubu FIFA berdalih bahwa draf keputusan pemutihan kartu merah Balogun tersebut murni draf lahir dari independensi Komite Disiplin FIFA, bukan draf akibat keputusan personal sang presiden.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Parlemen #Balogun #gianni infantino #donald trump #ioc