SOLOBALAPAN.COM – Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan sebuah cerita yang lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Laga antara Prancis dan Maroko di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Kamis (10/7/2026) WIB, akan mempertemukan dua sahabat karib, Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi, yang kini berada di kubu berbeda demi satu tujuan: lolos ke partai final.
Selama beberapa musim, Mbappe dan Hakimi dikenal sebagai pasangan akrab saat sama-sama membela Paris Saint-Germain (PSG). Kebersamaan mereka terjalin sejak 2021 hingga akhirnya Mbappe memilih hengkang ke Real Madrid pada musim panas 2024.
Kini, hubungan persahabatan itu harus dikesampingkan. Mbappe akan memimpin lini depan Prancis sebagai kapten, sementara Hakimi menjadi andalan sekaligus pemimpin permainan Maroko.
Meski harus saling berhadapan, keduanya memastikan rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan.
"Dia sudah bukan lagi sahabatku ketika pertandingan dimulai," ujar Hakimi sambil tertawa dalam wawancara yang kemudian dianggap sebagai candaan oleh banyak pihak.
Ucapan tersebut menjadi gambaran betapa seriusnya pertandingan semifinal yang akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke final Piala Dunia 2026.
Kenangan Manis di PSG
Mbappe dan Hakimi bukan sekadar rekan setim. Keduanya kerap menunjukkan kedekatan di luar lapangan, mulai dari sesi latihan hingga berbagai unggahan di media sosial.
Momen paling dikenang terjadi pada semifinal Piala Dunia 2022 ketika Prancis menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0. Seusai pertandingan, keduanya saling berpelukan dan bercanda di tengah lapangan, memperlihatkan bahwa persahabatan mereka tetap terjaga meski bertarung sengit.
Setahun berikutnya mereka juga kembali bertemu di semifinal ajang internasional sebelum akhirnya jalan karier keduanya mulai berbeda.
Deschamps Siapkan Pengawalan untuk Mbappe
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengaku tidak ingin mengambil risiko terhadap kondisi Mbappe.
Setelah sang kapten mendapat benturan keras saat menghadapi Paraguay pada babak perempat final, Deschamps berencana menempatkan gelandang bertahan Ibrahima Konate dan Jean-Philippe Mateta sebagai pelindung bagi Mbappe ketika pertandingan berlangsung.
Keduanya diproyeksikan masuk sebagai pemain pengganti untuk menjaga keseimbangan permainan sekaligus mengurangi tekanan terhadap sang kapten apabila situasi pertandingan memanas.
"Kami harus melindungi kapten kami. Semua pemain akan bekerja keras untuk itu," ujar Deschamps.
Brahim Diaz Bidik Rekor
Di kubu Maroko, perhatian juga tertuju kepada gelandang serang Brahim Diaz yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Pemain Real Madrid itu telah mengoleksi empat gol di Piala Dunia 2026 dan hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor legenda Brasil, Pele, sebagai pencetak lima gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Sementara itu, penyerang Michael Olise juga menjadi ancaman bagi pertahanan Prancis setelah tampil konsisten sepanjang turnamen.
Adu Gengsi Menuju Final
Pertandingan Prancis kontra Maroko diprediksi berlangsung ketat. Selain mempertaruhkan tiket menuju final, laga ini juga menjadi ajang pembuktian dua sahabat yang selama ini dikenal sebagai salah satu duet paling kompak di level klub.
Selama peluit belum dibunyikan, Mbappe dan Hakimi adalah rival yang siap memberikan segalanya untuk negara masing-masing. Namun, begitu pertandingan usai, keduanya diyakini akan kembali menunjukkan bahwa persahabatan jauh lebih besar daripada hasil sebuah pertandingan.
Laga semifinal ini pun dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling emosional dan menarik dalam perjalanan Piala Dunia 2026. (ren/dns/an)