SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Kegagalan tragis Timnas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai ditumbangkan Norwegia dengan skor 1-2 pada Senin (6/7/2026) menyisakan kontroversi besar.
Pelatih kepala Selecao, Carlo Ancelotti, akhirnya angkat bicara demi meluruskan draf spekulasi publik mengenai alasan mengapa megabintang Vinicius Junior tidak mengambil tindakan sebagai eksekutor penalti pada laga tersebut.
Dalam laga sengit itu, perhatian fans sempat tersedot oleh draf momen di menit ke-12 saat Brasil mendapatkan hadiah penalti.
Vinicius Junior terlihat mendekati bola lalu menyerahkannya kepada sang rekan setim, Bruno Guimaraes.
Banyak pihak berasumsi Vini secara sukarela "melepaskan" haknya, namun Ancelotti menegaskan ada draf aturan internal yang wajib dipatuhi.
Hierarki Algojo Penalti Brasil: Vinicius Bahkan Tidak Masuk Daftar
Carlo Ancelotti membantah narasi bahwa Vinicius memberikan draf penalti karena kerelaan personal.
Kenyataannya, bintang Real Madrid tersebut memang tidak masuk dalam draf daftar lima penendang penalti utama pilihan tim pelatih akibat rekor eksekusinya yang dinilai buruk.
Guna memberikan pemetaan informasi yang jelas, aman, dan scannable mengenai urutan algojo draf penalti Brasil serta perbandingan statistiknya, berikut adalah rangkuman datanya:
| Urutan Pilihan | Nama Pemain Algojo | Status di Lapangan Saat Laga | Catatan Rekor Eksekusi |
| Pilihan 1 | Neymar | Absen / Tidak Berada di Lapangan | Eksekutor utama nomor satu Brasil. |
| Pilihan 2 | Igor Thiago | Absen / Tidak Berada di Lapangan | Eksekutor draf pelapis kedua. |
| Pilihan 3 | Raphinha | Absen / Tidak Berada di Lapangan | Eksekutor draf pelapis ketiga. |
| Pilihan 4 | Bruno Guimaraes | Aktif Bermain | Dipercaya maju karena 3 nama di atas absen. |
| Pilihan 5 | Gabriel Martinelli | Aktif Bermain | Berada di urutan kelima dalam draf draf pelatih. |
| Bukan Pilihan | Vinicius Junior | Aktif Bermain | Gagal 6 dari 19 penalti sepanjang karier (Transfermarkt). |
Fakta Statistik dan Kegagalan Bersejarah Bruno Guimaraes
Keputusan tim pelatih mencoret Vinicius dari draf daftar eksekutor utama diperkuat oleh data performanya yang mengkhawatirkan.
Saat berseragam Timnas Brasil, Vini tercatat gagal mengeksekusi draf 2 dari 3 tendangan penalti yang pernah didapatkannya.
Oleh karena itu, ketika penalti di menit ke-12 itu terjadi dan tiga draf penendang teratas sedang absen, Bruno Guimaraes otomatis maju sebagai draf pilihan paling rasional di lapangan sesuai mandat skema taktis Ancelotti.
"Kami memilih Bruno Guimaraes karena kami percaya dia adalah pengambil penalti terbaik di antara mereka yang berada di lapangan saat itu," ungkap Carlo Ancelotti dengan tegas untuk mengakhiri perdebatan netizen di media sosial.
Sial bagi Brasil, Bruno Guimaraes yang aslinya bukan draf penendang berpengalaman—karena baru mengeksekusi tiga penalti sepanjang kariernya—justru gagal menuntaskan tugasnya.
Kegagalan krusial draf gelandang Newcastle berusia 28 tahun itu mencatatkan dirinya dalam sejarah kelam sebagai pemain Brasil pertama yang gagal mengeksekusi penalti di ajang Piala Dunia dalam draf 40 tahun terakhir.
Kegagalan ini meruntuhkan mentalitas tim hingga akhirnya Norwegia sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1 dan resmi memulangkan draf langkah tim Samba dari turnamen.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo