SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Badan Tim Nasional (BTN) akhirnya memberikan bocoran krusial mengenai komposisi skuad Timnas Indonesia yang bakal berlaga di turnamen bergengsi Asia Tenggara, Piala AFF 2026.
Ketua BTN, Sumardji, menegaskan bahwa Skuad Garuda kali ini akan mengandalkan kekuatan penuh dari kombinasi pemain lokal dan pemain diaspora yang merumput di kompetisi domestik, Super League.
Turnamen akbar se-ASEAN ini dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Sebagai langkah awal persiapan matang, tim di bawah asuhan pelatih anyar John Herdman akan langsung menggelar pemusatan latihan (Training Center/TC) di Bali mulai Minggu (5/7/2026).
Kebijakan Tanpa Pemain 'Abroad' Akibat Kalender Non-FIFA
Keputusan memprioritaskan talenta dari kasta tertinggi liga domestik (Super League) diambil bukan tanpa alasan kuat.
Baca Juga: Buru Menit Bermain, Bek Timnas Elkan Baggott Masuk Radar Klub Liga 3 Inggris Leyton Orient
Mengingat turnamen Piala AFF tidak masuk ke dalam agenda resmi kalender FIFA (Non-FIFA Matchday), federasi harus realistis dengan regulasi pelepasan pemain oleh klub luar negeri (abroad).
Sumardji menjelaskan bahwa waktu penyelenggaraan kompetisi yang berbenturan membuat pemanggilan draf pemain diaspora yang berkarier di luar negeri menjadi sangat sulit untuk diwujudkan.
Oleh karena itu, PSSI memilih memaksimalkan potensi terbaik yang tersedia di dalam negeri, termasuk para pemain diaspora yang kebetulan sedang berkompetisi di Super League.
“Kami di Piala AFF nanti akan mengandalkan gabungan pemain lokal dan juga diaspora. Hanya saja, diaspora yang dipanggil hanya yang bermain di liga kita (Super League).
Karena dengan waktu penyelenggaraan, sepertinya tidak memungkinkan jika kami memanggil diaspora yang berkarier di luar negeri," ujar Sumardji dalam acara diskusi Water Break PSSI Pers di N Brand Experience Center, SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).
Tabel Pembagian Grup, Jadwal Laga, dan Sejarah Indonesia
Untuk memberikan gambaran scannable mengenai peta persaingan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, berikut adalah rincian data grup serta draf historis performa tim:
| Aspek Kompetisi | Detail Data Resmi | Catatan & Target Turnamen |
| Pelatih Kepala | John Herdman (Inggris) | Menjadi ajang debut turnamen resminya menakhodai Skuad Garuda. |
| Alokasi Skuad | Pemain Lokal + Diaspora Super League | Mengoptimalkan pilar bintang liga domestik yang siap tempur. |
| Pembagian Grup (A) | Indonesia, Singapura, Vietnam, Kamboja, Timor Leste | Persaingan ketat memperebutkan tiket ke babak semifinal. |
| Laga Pembuka | 27 Juli 2026 vs Kamboja | Bertempat di Stadion Pakansari, draf awal mengamankan poin penuh. |
| Catatan Historis | 6 Kali Runner-Up (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020) | Menjadi tim finalis terbanyak yang belum pernah meraih trofi emas. |
Mengusung Ambisi Besar Pecahkan Kutukan Spesialis Runner-Up
Gelaran Piala AFF 2026 ini mengemban misi suci yang sangat besar bagi persepakbolaan tanah air, yaitu merebut gelar juara untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan sejak edisi perdana tahun 1996.
Selama ini, Indonesia kerap mendapat cap kurang menyenangkan sebagai "spesialis runner-up" setelah harus puas finis di posisi kedua sebanyak enam kali.
Edisi tahun 2026 di bawah komando juru taktik asal Inggris, John Herdman, diharapkan menjadi momentum titik balik yang krusial.
Publik sepak bola nasional sangat menantikan bagaimana racikan strategi pelatih berpengalaman tersebut dalam memadukan atmosfer liga domestik menjadi kekuatan menakutkan yang mampu memutus kutukan panjang dan membawa pulang trofi AFF ke tanah air.
Sumardji menegaskan rasa optimisme tingginya bahwa seluruh elemen tim saat ini tengah fokus penuh menghadapi kompetisi.
"Negara kita belum pernah merasakan bagaimana indahnya, bagaimana meriahnya, dan bagaimana euforianya ketika kita bisa menjuarai, membawa trofi Piala AFF ke negara kita, khususnya senior ya. Saya optimis di tahun 2026 ini bisa mendapatkan apa yang menjadi cita-cita, keinginan, dan harapan seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya dengan penuh keyakinan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo